Alamku Indonesia Alam yang penuh bahagia
Sawah dan ladang luas menghampar
Bagaikan permadani tergelar.
Bermacam-macam bunga bermekaran
Hawanya sejuk menyehatkan
Hatiku ingin menari
Bagaikan burung yang terbang tinggi
Karya : Bambang Lukito
10. Kata sawah dan ladang melambangkan
keindahan alam
11. Imaji penglihatan terdapat pada bait ke dua larik
kesatu
12. Majas simile dalam kutipan puisi tersebut terdapat pada
Bait pertama larik keempat dan bait kedua larik keempat
Pembahasan:
Unsur-Unsur Struktur Fisik Puisi:
- Perwajahan puisi (tipografi) yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Hal-hal tersebut sangat menentukan pemaknaan terhadap puisi.
- Diksi yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Karena puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata dapat mengungkapkan banyak hal maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata.
- Imaji yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji dapat dibagi menjadi tiga, yaitu suara(auditif), imaji penglihatan(visual), dan imaji raba atau sentuh(imaji taktil). Imaji dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat, mendengar, dan merasakan seperti apa yang dialami penyair.
- Kata konkret yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambung. Misalnya kata kongkret"salju" melambangkan kebekuan cinta, kehampaan hidup, dan lain-lain, sedangkan kata kongkret"rawa-rawa" dapat melambangkan tempat kotor, tempat hidup, bumi, kehidupan dan lain-lain.
- Gaya bahasa yaitu penggunaan bahasa yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu. Bahasa figuratif menyebabkan puisi menjadi prismitis, artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna. Gaya bahasa disebut juga majas. Majas mempunyai beberapa macam, antara lain: metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, dan paradoks.
- Rima adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi, rima mencakup hal-hal berikut:
1. Onomatope (tiruan bunyi, misal/ng/yang memberikan efek magis pada puisi Sutardji C.B.)
2. Bentuk intern pola bunyi (aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi bunyi[kata], dan sebagainya).
3. Pengulangan kata/ungkapan. Ritma merupakan tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. Rima sangat menonjol dalam pembacaan puisi.
- Diksi yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Karena puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata dapat mengungkapkan banyak hal maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata.
- Imaji yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji dapat dibagi menjadi tiga, yaitu suara(auditif), imaji penglihatan(visual), dan imaji raba atau sentuh(imaji taktil). Imaji dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat, mendengar, dan merasakan seperti apa yang dialami penyair.
- Kata konkret yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambung. Misalnya kata kongkret"salju" melambangkan kebekuan cinta, kehampaan hidup, dan lain-lain, sedangkan kata kongkret"rawa-rawa" dapat melambangkan tempat kotor, tempat hidup, bumi, kehidupan dan lain-lain.
- Gaya bahasa yaitu penggunaan bahasa yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu. Bahasa figuratif menyebabkan puisi menjadi prismitis, artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna. Gaya bahasa disebut juga majas. Majas mempunyai beberapa macam, antara lain: metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, dan paradoks.
- Rima adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi, rima mencakup hal-hal berikut:
1. Onomatope (tiruan bunyi, misal/ng/yang memberikan efek magis pada puisi Sutardji C.B.)
2. Bentuk intern pola bunyi (aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi bunyi[kata], dan sebagainya).
3. Pengulangan kata/ungkapan. Ritma merupakan tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. Rima sangat menonjol dalam pembacaan puisi.