Etika Menerima dan Memanggil Telepon

Ketika bertelepon, kita hanya mendengar suara lawan bicara saja. Kartu ta tidak tahu lawan bicara kita lebih tua atau lebih muda dari kita. Oleh sebab itu, saat bertelepon kita harus berbicara dengan sopan. Bertelepon itu ada etikanya.

1. Etika Menerima Telepon
a. Mengucapkan salam pembuka.
    Contoh : selamat pagi/siang/sore/malam, halo atau assalamu'alaikum.
b. Memperhatikan siapa yang menelepon.
c. Memberikan perhatian. Berbicara dengan sopan dan ramah.
d. Menyediakan alat untuk mencatat.
e. Menyebutkan identitas diri.
    Contoh:"Selamat pagi, dengan Fauzan di sini."
f. Menyebutkan nama penelepon yang telah menyebutkan identitasnya.
   Contoh:"Oh, Dana. Apa kabar?"
g. Menjawab maksud penelepon dengan sopan.
    Contoh:"maaf, Ayah sedang pergi ke rumah Kakek. Ada yang ingin Bapak sampaikan?"
h. Meminta penelepon mengulangi kembali pesannya dengan sopan.
    Contoh:"Maaf, Bu Rini, bisa diulang pesannya karena saya belum paham maksud pesan Bapak."
i. Mengusahakan tidak menutup telepon sebelum penelepon menyudahi pembicaraan.

2. Etika Menelepon
a. Menyampaikan salam pembuka.
b. Memperkenalkan diri(menyebutkan identitas).
c. Menyampaikan maksud.
d. Mengucapkan terima kasih.
e. Mengucapkan salam penutup.