-->

Itulah sebabnya Warso berbuat nekat.

Dengan sebilah belati akhirnya ia mencari mangsa. Dari korban pertama yang akan dirampoknya adalah lelaki berpakaian rapi itu yang berjalan seorang diri melewati gang sepi.

Mendengar cerita Warso, lelaki itu tertawa terbahak-bahak.

"Jakarta memang kejam, Bung!" kata lelaki itu setelah mendengar ceritanya. "Di sini banyak serigala berkeliaran. Kalau tidak hati-hati, engkau mudah dimangsa. Di sini yang berlaku hukum rimba. Siapa cepat dia dapat, siapa kuat dia menang. Jangan bicara hati nurani di sini. Apalagi persahabatan dan kasih sayang. Semua itu omong kosong. Di sini manusia telah menjelma jadi tikus, buaya, bunglon, harimau, kutu busuk, lalat, nyamuk, rayap, kadal, kecoak, dan segala binatang yang punya sifat licik dan rakus. Tidak hanya kalangan bawah yang kelaparan, kalangan atas justru lebih buas dan rakus lagi. Mereka memakan uang rakyat dengan cara korupsi.

Kalimat resensi yang menyatakan keunggulan dalam kutipan cerpen tersebut adalah
Unsur satire atau sindiran dalam kutipan cerpen menjadi daya tarik tersendiri kutipan cerpen tersebut.
Pembahasan:
Tujuan resensi adalah
1. Memberikan informasi atau pemahaman yang mendalam tentang apa yang tampak dan terungkap dalam sebuah buku;
2. Mengajak pembaca untuk memikirkan, merenungkan, dan mendiskusikan lebih jauh fenomena atau problema yang muncul dalam sebuah buku;
3. Memberikan pertimbangan kepada pembaca tentang pantas atau tidakkah sebuah buku mendapat sambutan dari masyarakat.