Hayat/hidup dalam Jenis Alam
"Semua makhluk yang hidup seperti alam nabati, hewani, dan alam insani dijadikan Allah dari air."A. Jenis Alam Nabati
Alam nabati(tumbuh-tumbuhan) yang ada di persada bumi sekitar kita yang produktif disediakan Allah bagi sarana kehidupan Manusia dan makhluk lainnya.
Adapun jenis alam nabati tiap wilayah berbeda-beda sesuai dengan iklim dan letak geografisnya. Negeri Indonesia dan negeri-negeri yang serumpun iklimnya akan banyak persamaannya tetapi di negeri Timur Tengah dan Eropa misalnya, banyak tumbuhan yang tidak ada di Indonesia, seperti: tin, zaitun, korma, dan anggur.
Dengan demikian dapat kita mengambil kesimpulan, bahwa alam tumbuh-tumbuhan ini mulai dari tumbuh-tumbuhan yang kecil-kecil seperti rerumputan hingga pohon yang besar-besar, kesemuanya itu dapat dimanfaatkan oleh manusia demi kebutuhan hidupnya.
B. Alam Hewani
Alam hewani memang diciptakan Tuhan bagi kepentingan manusia dan diharapkan dapat diambil pelajaran dari hewan-hewan tersebut.
Jenis alam hewani ada yang hidup di hutan atau pegunungan yang sifatnya masih liar. Selain itu banyak juga yang hidup dalam pemeliharaan manusia dalam kategori jinak atau hewan peliharaan. Adapula hewan yang terbang di angkasa namun kesemuanya itu adalah jenis-jenis makhluk yang banyak persamaannya dengan manusia.
Yang dimaksud dengan banyak persamaannya dengan manusia, karena hewan itu mempunyai perasaan lapar, haus, berkelamin, hidup berkelompok dan berkembang biak seperti kehidupan makhluk manusia.
Dan dalam surat Al'anam ini, dijelaskan mana hewan yang bisa dimakan dan jenis hewan yang dilarang(haram), seperti bangkai, babi, atau hewan yang dipotong dengan tidak menyebut nama Allah SWT. Tetapi ayat 145 menjelaskan juga, bahwa yang diharamkan boleh saja dimakan kalau dalam keadaan terpaksa, misalnya sakit, atau yang lainnya.
C. Alam Insani
Kata insani berasal dari bahasa Arab yang berarti manusia. Insan adalah bentuk tunggal(mufrad) dari kata An Naas. Insan berasal dari akar kata anisa ya'nasu-Ansan, artinya ramah, mesra, berpuas hati. Dari hadits Nabi Muhammad SAW kita akan mengetahui tentang sifat insan yang sering lupa dan salah, sehingga manusia dibebaskan dari hukum apabila melakukan pelanggaran karena tidak sengaja dan lupa.
Alam insani berbeda dengan alam hewani dan makhluk lainnya. Perbedaan-perbedaan ini terletak pada keadaan, kejadian dan penghidupannya. Adapun yang menjadi pokok keutamaan hidup manusia, ialah :
a. diturunkan agama
b. jiwanya
c. memiliki akal
d. keturunannya, dan
e. hartanya,
Jika kelima pokok keutamaan hidup itu terpelihara dengan baik, maka akan melahirkan kebahagiaan dan kesempurnaan sifat keinsanannya.
Bagi alam hewani tidak terdapat kelima pokok keutamaan hidup, sebab itu tidak ada bagi mereka keteraturan hidup. Mereka tidak mengenal hukum atau undang-undang yang harus dipatuhi, yang ada hanyalah pengelompokkan di antara bangsanya yang sejenis. Binatang buas memangsa binatang jinak dan lemah, yang hal itu sudah menjadi kebiasaan di kalangan mereka.
D. Alam Barzah dan Akhirat
Pengertian barzah menurut bahasa ialah dinding yang membatasi antara dua alam. Yang dimaksud dengan alam Barzah di sini ialah alam tempat pemberhentian arwah orang-orang yang telah meninggal sebelum dibangkitkan oleh Allah dalam bentuk baru(alam akhirat). Alam akhirat sesungguhnya ialah dimulai dengan kiamat.
Alam menunggu kebangkitan setelah manusia meninggal disebut juga kubur.Jelaslah bagi kita bahwa keadaan kubur dan alam barzah itu adalah sama. Pengertian kuburan dalam ucapan sehari-hari ialah tempat menyimpan jenazah dalam tanah, tempat istirahat terakhir. Tetapi kadang-kadang ada jenazah yang tidak dikubur, tetapi ruhnya berada di alam barzah.
Kubur ditinjau dari segi material ialah meninggalkan alam konkrit(dunia). Barzah dipandang dari aspek ruh yang immaterial menuju alam ghaib(akhirat). Akan tetapi sesungguhnya keduanya sama, yaitu keadaan sesudah meninggal dan sebelum kiamat.