-->

Keghaiban Zat dan Wujud Allah

Allah itu mutlak adanya. Bukti Allah ada antara lain dengan adanya ciptaan-Nya dan dibenarkan oleh pengalaman batin atau fitrah manusia serta diterangkan oleh wahyu Allah sendiri.
Mengenai zat Allah, manusia sendiri tak mampu memikirkannya, akan tetapi dengan memperhatikan alam sekitarnya atau pengalaman rohaninya ia dapat membuktikan keberadaan(wujud) Allah. Dimensi Pencipta tidak sama dengan yang diciptakan-Nya.
1) Keghaiban Zat Allah
     Ghaib itu adalah samar atau rahasia
     Termasuk dalam ghaib adalah:
a. Sesuatu yang sudah lewat, contohnya sejarah dan orang mati.
b. Sesuatu yang tidak terjangkau oleh indera pada saat ini, contohnya planet-planet yang belum ditemukan.
c. Sesuatu yang baru akan terjadi di kemudian hari, contohnya anak kita belum lahir.
d. Sesuatu yang ghaib sebagai hasil perbuatan sihir, mistik, dan lain-lain yang dilarang oleh agama Islam.
e. Sesuatu yang ghaib yang wajib diimani oleh umat Islam dan jelas dinyatakan dalam Alquran, misalnya Malaikat.
2) Kewajiban wujud Allah
     Wujud atau adanya Allah, bukanlah hal yang sukar untuk dipahami sebab fitrah manusia sendiri telah membuktikan dan mengakui adanya Allah. Kenapa? Dalam perjalanan hidupnya, manusia akan bertemu dengan bukti-bukti adanya Allah, akan tetapi kenyataan kadang-kadang menjadikan adanya Zat Allah seolah-olah tidak ada, karena baik zat maupun kekuasaan-Nya berada sangat dekat dengan fitrah manusia, sehingga manusia tidak menyadarinya atau bahkan menganggap dirinya sebagai Tuhan.