Manusia Makhluk Berakal
Dalam diri manusia terdapat sesuatu yang tidak ternilai harganya sebagai anugerah Tuhan yang tidak diberikan kepada makhluk lainnya, yaitu akal. Sekiranya manusia tidak diberikan akal, niscaya keadaan perbuatannya akan sama dengan hewan.
Dengan adanya akal, manusia berarti dan berharga. Akal itu dapat digunakan untuk berpikir dan memperhatikan segala benda dan barang yang ada di alam ini, sehingga benda-benda dan barang-barang yang halus serta tersembunyi dapat dipikirkan manfaatnya. Tidak ada benda atau barang-barang di dunia ini yang sia-sia bagi manusia.
Mengenai pemberian akal terhadap manusia, Allah telah berfirman dalam Surat An-Nahl(16), ayat 78;
Wallaahu akhrajakum mim buthuuni ummahaatikum laa ta'lamuuna syai-aw wa ja 'ala lakumus sam'a wal abshaara wal af-idata la'allakum tasykuruun,
"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu sedang kamu pendengaran, penglihatan dan hati supaya kamu bersyukur.
Oleh karena itulah Allah menyuruh manusia untuk berpikir atau menggunakan akal. Seandainya akal tidak dipergunakan untuk berpikir, tidak akan ada manfaatnya bagi manusia.
Dengan adanya akal, manusia berarti dan berharga. Akal itu dapat digunakan untuk berpikir dan memperhatikan segala benda dan barang yang ada di alam ini, sehingga benda-benda dan barang-barang yang halus serta tersembunyi dapat dipikirkan manfaatnya. Tidak ada benda atau barang-barang di dunia ini yang sia-sia bagi manusia.
Mengenai pemberian akal terhadap manusia, Allah telah berfirman dalam Surat An-Nahl(16), ayat 78;
Wallaahu akhrajakum mim buthuuni ummahaatikum laa ta'lamuuna syai-aw wa ja 'ala lakumus sam'a wal abshaara wal af-idata la'allakum tasykuruun,
"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu sedang kamu pendengaran, penglihatan dan hati supaya kamu bersyukur.
Oleh karena itulah Allah menyuruh manusia untuk berpikir atau menggunakan akal. Seandainya akal tidak dipergunakan untuk berpikir, tidak akan ada manfaatnya bagi manusia.