-->

Sejarah Singkat Perkembangan Al-hadist

Apabila kita pelajari dengan seksama suasana dan keadaaan-keadaan yang telah dilalui hadits sejak zaman tumbuhnya hingga dewasa ini, dapatlah kita menarik sebuah garis bahwa hadits Rasul sebagai dasar tasyri' yang kedua telah melalui enam masa dan sekarang menempuh periode ke tujuh.
  1. Masa pertama, ialah masa wahyu dan pembentukan hukum serta dasar-dasarnya dari permulaan Nabi dibangkitkan hingga beliau wafat pada 11 H(32 M)(13 S.H. sampai dengan 11 H atau 509 sampai dengan 632 M).
  2. Masa kedua, ialah masa membatasi riwayat, masa Khulafa Rasyidin(12 H sampai dengan 40 H) atau 633 sampai dengan 660 M).
  3. Masa ketiga, ialah masa berkembang riwayat dan perlawatan dari kota ke kota untuk mencari hadits, yaitu masa sahabat kecil dan tabi'in besar(41 H sampai dengan akhir abad pertama H atau 661 sampai dengan 717 M).
  4. Masa keempat, ialah masa pembukuan hadits(dari permulaan abad kedua H hingga akhirnya atau 718 sampai dengan 814 M).
  5. Masa kelima, ialah masa menshahihkan hadits dan menyaringnya(awal abad ketiga hingga akhirnya atau 816 sampai dengan 911 M).
  6. Masa keenam, ialah masa menapis kitab-kitab hadits dan menyusun kitab-kitab jami' yang khusus; (dari awal abad keempat hingga jatuhnya Baghdad tahun 656 H atau 912 sampai dengan 1258 M).
  7. Masa ketujuh, ialah masa membuat syarat, membuat kitab-kitab takhrij, mengumpulkan hadits-hadits hukum dan membuat kitab-kitab jami' yang umum serta membahas hadits-hadits zawa-id; (656 H. hingga dewasa ini atau 1259 sampai dengan sekarang).
Pada masa Rasulullah SAW atau Al-hadits tidak diperintahkan untuk ditulis, bahkan beliau melarangnya, kecuali sahabat-sahabat tertentu yang diizinkan untuk catatan pribadi. Baru pada zaman Umar bin Abdul Aziz, khalifah ke-8 dari dinasti Bani Umayah(99 sampai dengan 101 H atau 717 sampai dengan 720 M) timbul inisiatif secara resmi untuk menulis dan membukukan hadits. Sebelumnya hadits-hadits itu hanya disampaikan melalui hafalan-hafalan para sahabat yang masih hidup pada generasi Tabi'in mencari atau mengumpulkan hadits-hadits itu.
Di antara Sahabat-sahabat itu ialah;
  1. Abu Hurairah(Bapak Kucing) (602 sampai dengan 678 M). Nama lengkapnya Abdur Rahman ibn Sakhr meriwayatkan sekitar 2630 buah hadits.
  2. Abdullah bin Umar(618 sampai dengan 693 M). Nama lengkapnya Abu Abdur Rahman Ibn Umar Al-Khaththab, meriwayatkan 2630 hadits.
  3. Anas ibn Malik, (612 sampai dengan 912 M). Nama lengkapnya Abu Tsumamah Anas Ibn Malik Ibn Nadler Ibn Dlamdlam al-Anshary meriwayatkan sebanyak 2286 hadits.
  4. Abdullah ibn Abbas, (616 sampai dengan 687 M). Nama lengkapnya Abu Abbas Ibn Abbas Ibn Abdil Muthalib, putera paman Rasul, meriwayatkan 1160 hadits.
  5. Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq(619 sampai dengan 668 M) meriwayatkan sebanyak 2210 hadits.
  6. Jabir ibn'Abdillah(604 sampai dengan 698 M). Nama lengkapnyabAbu Abdillah Jabir Ibn Abdullah Ibn 'Amr Al-Anshary meriwayatkan sebanyak 1540 hadits.
  7. Abu Sa'id Al Hudri(607 sampai dengan 693 M). Nama lengkapnya Abu Sa'id Sa'ad ibn Malik ibn Sinan al Khazraji Al-Anshary meriwayatkan 1170 hadits.

Perlu diketahui bahwa awal kodifikasi hadits itu justru didorong oleh adanya usaha-usaha untuk membuat dan menyebarluaskan hadits-hadits palsu terhadap umat Islam, baik yang dibuat oleh umat Islam sendiri karena maksud-maksud tertentu(politis), maupun oleh orang-orang non Islam yang sengaja untuk menghancurkan Islam.

Sampai kini masih ada hadits palsu yang berpendapat dalam beberapa literatur kaum muslim. Berkat jasa para ulama, hadits-hadits itu kemudian dibukukan, serta diadakan seleksi ketat sampai melahirkan satu disiplin ilmu tersendiri yang disebut" Ilmu Musthalah Hadits".
           
Walaupun kerja mereka belum seluruhnya dapat membendung usaha penyebaran hadits palsu dan lemah, namun mereka telah melahirkan norma-norma dan pedoman khusus untuk mengadakan seleksi seperlunya. Nama Ishak bin Rahawaih, Imam Bukhari, Imam Muslim, Al-Turmudzi, dan banyak lagi ulama besar dalam usaha penyelamatan hadits dari kepalsuan.
           
Kitab yang menghimpun hadits berjumlah cukup banyak dan, sebagian ada yang sampai kepada kita sekarang dan ada pula yang tidak.
           
Di antara kitab hadits yang sampai kepada kita ialah 7(tujuh) Kitab Hadits, yaitu;
1) Shahih Bukhari
2) Shahih Muslim
3) Sunan Abu Daud
4) Sunan Nasa'i
5) Sunan Tirmidzi
6) Sunan Ibnu Majah
7) Musnad Imam Ahmad