-->

Motivasi Penyusunan Kepribadian Muhammadiyah

Adapun yang mendorong Muhammadiyah segera merumuskan materi Kepribadian Muhammadiyah antara lain;
1. Situasi politik negara dan masyarakat di sekitar tahun 1962
Setelah presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden Juli 1959 dengan isi pokok "Kembali ke UUD 1945", ternyata dalam praktiknya tindakan pemerintah tidak mencerminkan jiwa Pancasila serta tidak bertindak konsekuen dalam melaksanakan UUD 1945. Penyelewengan semakin bertambah hebat, muncul di tengah-tengah masyarakat bangsa Indonesia gagasan yang sangat jauh dari jiwa rakyat Indonesia, seperti NASAKOM(Nasionalis, Agama, Komunis). Pancasila diperas menjadi gotong royong, terjadi pemusatan kekuatan di tangan seorang presiden. Sebaliknya semua kekuatan sosial bangsa Indonesia yang telah membuktikan ikut dalam perjuangan menegakkan negara Republik Indonesia, karena tidak menyetujui politik yang dijalankan oleh pemerintah, dibubarkan atau dipaksa membubarkan diri seperti yang dialami oleh PSI dan Masyumi.
2. Perlu Pegangan yang jelas untuk pimpinan dan anggota
Untuk melancarkan amal usahanya seperti pandangan, cita-cita, serta yang ditempuh dalam hidup seperti tersebut dalam bagian di muka, maka sangat penting Muhammadiyah memiliki pegangan yang pasti untuk masa kini dan seterusnya, baik bagi anggota maupun pimpinan-pimpinannya. Dalam hal ini maka dirumuskan"Kepribadian Muhammadiyah".