4 Kegunaan Sejarah
Menurut Nugroho Notosusanto, sejarah memiliki empat kegunaan, yaitu :
1. Kegunaan Inspiratif (memberi Ilham).
Berarti sejarah memberikan Ilham. Mengandung suatu pengertian bahwa berbagai kisah sejarah dapat memberikan inspirasi pada pembaca dan pendengarnya.
2. Kegunaan Rekreatif.
Merupakan kegunaan sejarah yang sangat penting. Sebab kegunaan sejarah sebagai kisah dapat memberi suatu hiburan kepada para pembacanya. Penulisan kisah sejarah yang menarik, menghibur dan membawa pembaca membayangkan peristiwa menarik dalam kisah tersebut maka para pembaca dapat merasa terhibur.
3. Kegunaan Edukatif.
Adalah fungsi sejarah sebagai pendidikan mengenai masa lampau. Pengetahuan tentang masa lampau memberikan pengalaman bagi umat manusia meskipun mereka tidak mengalami dan melihat peristiwa itu secara langsung. Banyak manusia yang belajar dari sejarah. Belajar dari pengalaman yang pernah dilakukan. Pengalaman tidak hanya terbatas pada pengalaman yang dialaminya sendiri, melainkan juga dari generasi sebelumnya.
4. Instruktif (Memberi Pengajaran).
Bermaksud memberikan pelajaran mengenai sesuatu ketrampilan atau pengetahuan, misalnya saja pengetahuan tentang praktik perang atau taktik diplomasi yang pernah dilaksanakan pada periode atau masa yang telah lalu.
1. Kegunaan Inspiratif (memberi Ilham).
Berarti sejarah memberikan Ilham. Mengandung suatu pengertian bahwa berbagai kisah sejarah dapat memberikan inspirasi pada pembaca dan pendengarnya.
2. Kegunaan Rekreatif.
Merupakan kegunaan sejarah yang sangat penting. Sebab kegunaan sejarah sebagai kisah dapat memberi suatu hiburan kepada para pembacanya. Penulisan kisah sejarah yang menarik, menghibur dan membawa pembaca membayangkan peristiwa menarik dalam kisah tersebut maka para pembaca dapat merasa terhibur.
3. Kegunaan Edukatif.
Adalah fungsi sejarah sebagai pendidikan mengenai masa lampau. Pengetahuan tentang masa lampau memberikan pengalaman bagi umat manusia meskipun mereka tidak mengalami dan melihat peristiwa itu secara langsung. Banyak manusia yang belajar dari sejarah. Belajar dari pengalaman yang pernah dilakukan. Pengalaman tidak hanya terbatas pada pengalaman yang dialaminya sendiri, melainkan juga dari generasi sebelumnya.
4. Instruktif (Memberi Pengajaran).
Bermaksud memberikan pelajaran mengenai sesuatu ketrampilan atau pengetahuan, misalnya saja pengetahuan tentang praktik perang atau taktik diplomasi yang pernah dilaksanakan pada periode atau masa yang telah lalu.