Sifat Umar bin Khattab Yang Harus Kita Teladani
Perilaku terpuji Umar bin Khattab yang patut diteladani adalah :
1. Keberanian Umar bin Khattab.
Contoh: ketika para sahabat berhijrah ke madinah secara sembunyi-sembunyi, Umar melakukannya secara terang-terangan dengan pedang terhunus.
2. Adil.
Contoh: suatu malam Umar bin Khattab berjalan-jalan sendirian untuk melihat kondisi rakyatnya. Sampai di sebuah rumah dia mendengarkan anak kecil menangis dan tidak berhenti-henti. Setelah tangis anak itu berhenti, Umar bin Khattab mengetuk pintu rumah tersebut. Dia bertanya pada seorang perempuan yang membukakan pintu mengenai alasan anak tersebut menangis. Kata perempuan tadi anak tersebut menangis karena kelaparan. Umar melihat ada api di dapur dan dia atasnya terdapat panci. Ketika dibuka Umar isi panci tersebut adalah batu. Ternyata ibu tadi ingin menentramkan hati anaknya agar anaknya mengira sebentar lagi makanan akan masuk. Melihat kejadian itu Umar meneteskan air mata dan merasa berdosa karena menganggap dirinya tidak dapat bergegas pergi ke baitul mal untuk mengambil sekarung gandum dan dipanggulnya sendiri untuk diberikan kepada keluarga tadi.
3. Sederhana.
Contoh: beliau tidak suka berfoya-foya, tidak memakai busana dan kendaraan yang mewah. Pakaian yang dimiliki Umar hanya dua potong. Ketika pakaian itu sobek Umar pun tidak malu untuk menjahitnya sendiri dan memakainya kembali.
1. Keberanian Umar bin Khattab.
Contoh: ketika para sahabat berhijrah ke madinah secara sembunyi-sembunyi, Umar melakukannya secara terang-terangan dengan pedang terhunus.
2. Adil.
Contoh: suatu malam Umar bin Khattab berjalan-jalan sendirian untuk melihat kondisi rakyatnya. Sampai di sebuah rumah dia mendengarkan anak kecil menangis dan tidak berhenti-henti. Setelah tangis anak itu berhenti, Umar bin Khattab mengetuk pintu rumah tersebut. Dia bertanya pada seorang perempuan yang membukakan pintu mengenai alasan anak tersebut menangis. Kata perempuan tadi anak tersebut menangis karena kelaparan. Umar melihat ada api di dapur dan dia atasnya terdapat panci. Ketika dibuka Umar isi panci tersebut adalah batu. Ternyata ibu tadi ingin menentramkan hati anaknya agar anaknya mengira sebentar lagi makanan akan masuk. Melihat kejadian itu Umar meneteskan air mata dan merasa berdosa karena menganggap dirinya tidak dapat bergegas pergi ke baitul mal untuk mengambil sekarung gandum dan dipanggulnya sendiri untuk diberikan kepada keluarga tadi.
3. Sederhana.
Contoh: beliau tidak suka berfoya-foya, tidak memakai busana dan kendaraan yang mewah. Pakaian yang dimiliki Umar hanya dua potong. Ketika pakaian itu sobek Umar pun tidak malu untuk menjahitnya sendiri dan memakainya kembali.