-->

Pemerintahan, Kepercayaan, Keruntuhan Kerajaan Assyria

Raja yang terkenal ialah Assurbanipal (650 SM). Pada zamannya, kerajaan Assiria mencapai puncak kejayaan. Wilayah kerajaan meliputi seluruh Mesopotamia, daerah-daerah di pantai Laut Tengah (Siria, Sumeria) dan Mesir. Assurbanipal menjadikan kerajaan bersifat militer, dan diperintahnya dengan kejam. Hukum mati, hukum pancung dan memperkerjakan para tawanan perang untuk kerja paksa membangun dan memperindah kota Niniveh sebagai ibu kota kerajaan.

Kepercayaan bangsa Assyria bersifat politeisme, dengan Assur(dewa matahari) sebagai ketua dewa dan pelindung raja. Mayat orang diberi pakaian lengkap. Untuk mengantar mayat ke kubur, bangsa Assyria menggunakan pengantar khusus yang terdiri dari orang-orang yang disewa untuk meratapi yang meninggal dunia.

Tindakan raja dan bangsa Assyria yang kejam itu, menyebabkan bangsa-bangsa lain di antaranya, bangsa Khaldea yang menguasai Mesopotamia Selatan (bekas jajahan Kerajaan Babilonia Awal), bangsa Media dan bangsa Persia pada tahun 612 SM bersama-sama menyerang bangsa Assyria. Kota Niniveh dihancurkan dan seluruh penduduk kerajaan Assiria dibunuh sampai habis.