6 Macam Status Sosial
Status sosial dibedakan menjadi enam status, yaitu status kelahiran, status perjuangan, status pemberian, status simbol, status aktif dan status paten.
A. Status Kelahiran (Ascribed status)
adalah status yang didapat tanpa bersusah payah karena status itu didapat sejak orang itu dilahirkan. Misalnya, seorang anak yang lahir dari keluarga bangsawan, otomatis ia memperoleh status bangsawan. Ia berhak mendapat gelar kebangsawanan, misalnya ayahnya bergelar Andi (bangsawan Bugis), anaknya juga mendapat gelar Andi. Demikian juga gelar Datuk pada suku Melayu, Teuku pada suku Aceh, dan sebagainya.
B. Status karena perjuangan (Achieved status)
adalah status yang diperoleh dengan perjuangan atau dengan berusaha. Misalnya gelar kesarjanaan (dokter, insinyur, atau sarjana hukum) atau jabatan lurah, camat, bupati, gubernur, dan menteri.
C. Status pemberian (Assigned status)
adalah status yang diperoleh karena pemberian. Status pemberian juga disebut status yang diamanatkan. Misalnya, seseorang yang diberi gelar Datuk oleh masyarakat Minangkabau yang berarti menjadi pemimpin kaumnya.
D. Status Simbol
dapat dikenali dari kebiasaan hidup sehari-hari, seperti cara berpakaian, tempat tinggal, tempat memilih rekreasi, dan bentuk rumah. Misalnya, seseorang yang bertempat tinggal di pinggiran kota, berkendaraan sepeda, tempat rekreasi ke kebun binatang, dan berpakaian sederhana dapat menunjukkan bahwa tingkat kehidupan orang itu sederhana. Sebaliknya, seseorang yang bertempat tinggal di perumahan mewah. Berkendaraan sedan mewah, seseorang yang bertempat tinggal di perumahan mewah. Berkendaraan sedan mewah, berolahraga golf, dan berpakaian bagus menunjukkan bahwa tingkat kehidupan orang itu tinggi.
E. Status aktif
adalah status yang pada saat tertentu aktif, sedangkan status yang lain tidak aktif. Hal itu dapat diketahui bahwa individu itu memiliki banyak status.
F. Status laten
adalah status yang diam pada saat status lain aktif bekerja. Misalnya status seorang akuntan tidak aktif karena pada saat tertentu ia berstatus lain yaitu sebagai dosen.
A. Status Kelahiran (Ascribed status)
adalah status yang didapat tanpa bersusah payah karena status itu didapat sejak orang itu dilahirkan. Misalnya, seorang anak yang lahir dari keluarga bangsawan, otomatis ia memperoleh status bangsawan. Ia berhak mendapat gelar kebangsawanan, misalnya ayahnya bergelar Andi (bangsawan Bugis), anaknya juga mendapat gelar Andi. Demikian juga gelar Datuk pada suku Melayu, Teuku pada suku Aceh, dan sebagainya.
B. Status karena perjuangan (Achieved status)
adalah status yang diperoleh dengan perjuangan atau dengan berusaha. Misalnya gelar kesarjanaan (dokter, insinyur, atau sarjana hukum) atau jabatan lurah, camat, bupati, gubernur, dan menteri.
C. Status pemberian (Assigned status)
adalah status yang diperoleh karena pemberian. Status pemberian juga disebut status yang diamanatkan. Misalnya, seseorang yang diberi gelar Datuk oleh masyarakat Minangkabau yang berarti menjadi pemimpin kaumnya.
D. Status Simbol
dapat dikenali dari kebiasaan hidup sehari-hari, seperti cara berpakaian, tempat tinggal, tempat memilih rekreasi, dan bentuk rumah. Misalnya, seseorang yang bertempat tinggal di pinggiran kota, berkendaraan sepeda, tempat rekreasi ke kebun binatang, dan berpakaian sederhana dapat menunjukkan bahwa tingkat kehidupan orang itu sederhana. Sebaliknya, seseorang yang bertempat tinggal di perumahan mewah. Berkendaraan sedan mewah, seseorang yang bertempat tinggal di perumahan mewah. Berkendaraan sedan mewah, berolahraga golf, dan berpakaian bagus menunjukkan bahwa tingkat kehidupan orang itu tinggi.
E. Status aktif
adalah status yang pada saat tertentu aktif, sedangkan status yang lain tidak aktif. Hal itu dapat diketahui bahwa individu itu memiliki banyak status.
F. Status laten
adalah status yang diam pada saat status lain aktif bekerja. Misalnya status seorang akuntan tidak aktif karena pada saat tertentu ia berstatus lain yaitu sebagai dosen.