Pendiri Kerajaan Mesir Baru
Setelah bangsa Hyksos dapat dikalahkan dan diusir dari Mesir, Raja Thebe yang bernama Ahmosis I mendirikan suatu kerajaan yang bernama Kerajaan Mesir Baru. Kota Thebe tempat kekuasaan Dewa Amon yang dirusak oleh bangsa Hyksos dibangun kembali. Agar tidak membuat keresahan di dalam negeri, kaum bangsawan yang menginginkan kekuasaan dipatahkan sama sekali.
Raja terbesar pada zaman ini ialah Thutmosis III (1500 SM - 1447 SM). Ia mendirikan rumah Dewa Amon yang Indah di Karnak. Daerah-daerah jajahannya meliputi: Siria, Nubia, Babilonia, dan Pulau Cyprus. Negara-negara yang takluk tersebut memberi upeti, berupa uang dan tenaga kerja kepada Thutmosis III. Di antar Raja-raja Mesir, Thutmosis III dianggap sebagai peletak dasar adanya penjajahan di Mesir.
Setelah Thutmosis III meninggal, Mesir diperintah oleh Amenhotep II (1447 SM - 1420 SM), kemudian oleh putranya yang bernama Thutmosis IV (1420 SM - 1411 SM). Kedua raja ini selalu mempertahankan daerah-daerah taklukannya. Untuk keperluan itu, mereka menjalin hubungan baik dengan Mitanni dilakukan dengan cara perkawinan antara Thutmosis IV dengan putri Raja Artatama (Raja Mitanni).
Raja terbesar pada zaman ini ialah Thutmosis III (1500 SM - 1447 SM). Ia mendirikan rumah Dewa Amon yang Indah di Karnak. Daerah-daerah jajahannya meliputi: Siria, Nubia, Babilonia, dan Pulau Cyprus. Negara-negara yang takluk tersebut memberi upeti, berupa uang dan tenaga kerja kepada Thutmosis III. Di antar Raja-raja Mesir, Thutmosis III dianggap sebagai peletak dasar adanya penjajahan di Mesir.
Setelah Thutmosis III meninggal, Mesir diperintah oleh Amenhotep II (1447 SM - 1420 SM), kemudian oleh putranya yang bernama Thutmosis IV (1420 SM - 1411 SM). Kedua raja ini selalu mempertahankan daerah-daerah taklukannya. Untuk keperluan itu, mereka menjalin hubungan baik dengan Mitanni dilakukan dengan cara perkawinan antara Thutmosis IV dengan putri Raja Artatama (Raja Mitanni).