Hari ini adalah hari pertama Putu bersekolah di Yogyakarta.
Putu menyimak penjelasan guru dengan baik. Akan tetapi, ketika guru menyelipkan kata bahasa jawa ketika menyampaikan contoh gejala alam, Putu kebingungan. Putu segera mengangkat tangan dan menyampaikan bahwa ia tidak mampu memahami penjelasan guru. Akhirnya guru mengulangi penjelasan menggunakan bahasa Indonesia.
Berdasarkan wacana di atas dapat disimpulkan bahwa
bahasa Indonesia dapat menjadi alat pemersatu bangsa
Pembahasan:
Alat-alat pemersatu bangsa antara lain;1. Lambang negara
Garuda Pancasila merupakan lambang negara Indonesia yang juga memiliki semboyan "Bhinneka Tunggal Ika". Lambang negara Indonesia berbentuk Garuda dengan kepala menghadap ke sebelah kanan (dari sudut pandang Garuda), dan mempunyai perisai berbentuk seperti jantung yang digantung menggunakan rantai pada leher Garuda, dan terdapat semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang bermakna "Meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu" tertulis di atas pita yang dicengkeram oleh garuda.
2. Semboyan negara
Pasal 36A UUD RI Tahun 1945 berbunyi: "... semboyan Bhinneka Tunggal Ika", artinya kata-kata itu dijadikan semboyan negara. Bhinneka Tunggal Ika artinya berbeda-beda, tetapi tetap satu. Hal ini menunjukkan kenyataan bahwa bangsa kita heterogen, namun tetap berkeinginan untuk menjadi satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia.
3. Bahasa Indonesia
Berawal dari rumpun bahasa Melayu, Bahasa Indonesia dipergunakan sebagai bahasa pergaulan yang kemudian diangkat sebagai bahasa persatuan pada tanggal 28 Oktober 1928. Hal itu ditegaskan lagi dalam Pasal 36 UUD RI Tahun 1945 yang berbunyi: "...bahasa negara adalah Bahasa Indonesia".
4. Bendera negara
Ialah sang merah putih sebagaimana disebutkan dalam Pasal 35 UUD 1945. Warna merah berarti berani dan putih berarti suci. Lambang merah putih ini sudah dikenal sejak zaman purba sebagai bentuk penghormatan kepada matahari dan bulan, kemudian menjadi lambang keagungan, kesaktian, dan kejayaan.
5. Lagu kebangsaan Indonesia Raya
Pasal 36B UUD RI Tahun 1945 berbunyi: "Lagu kebangsaan ialah Indonesia Raya"
6. Konsepsi wawasan Nusantara
Cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan memiliki strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional merupakan pengertian dari wawasan Nusantara.
7. Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan nasional
Berbagai kebudayaan yang berasal dari berbagai macam suku bangsa di Indonesia yang memiliki ciri rasa tinggi, dapat dinikmati, dan diterima oleh masyarakat luas merupakan suatu kebanggan bangsa atas kebudayaan nasional. Sebagai contoh adalah batik yang merupakan warisan budaya nenek moyang kita. Setiap suku bangsa di Indonesia mempunyai kesenian batik dengan ciri khasnya masing-masing. Batik kini sudah diakui sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO (2 Oktober 2009).
8. Dasar falsafah
Pancasila merupakan dasar falsafah negara Indonesia. Hal tersebut tercantum dalam pembukaan UUD RI tahun 1945 alinea IV yang berisi lima nilai dasar. Lima nilai dasar itulah yang dijadikan sebagai dasar falsafah dan ideologi negara Indonesia.
9. Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia
Bentuk negara adalah kesatuan, sedangkan bentuk pemerintahan adalah republik. Hal ini berdasarkan Pasal 1 Ayat 1 yang berbunyi: "Negara Indonesia ialah negara kesatuan yang berbentuk republik". Sistem politik yang digunakan adalah sistem demokrasi.
10. Konstitusi (Hukum Dasar) Negara
adalah sebuah norma sistem politik dan hukum bentukan pada pemerintahan di suatu negara. Konstitusi merupakan jaminan yang paling efektif dalam menjaga agar kekuasaan yang ada dalam negara tidak disalahgunakan dan hak asasi manusia/warga negara tidak dilanggar, konstitusi sangat penting artinya bagi suatu negara karena kedudukannya dalam mengatur dan membatasi kekuasaan dalam suatu negara.