Tradisi Lokal Hindu Budha Islam Bidang Pernikahan, Pemakaman, Kelahiran
Perpaduan tradisi lokal, Hindu-Budha dan Islam dalam pernikahan misalnya di Jawa Selain akad nikah, biasanya dilengkapi dengan tradisi siraman, kenduri atau selamatan, sesaji, dan benda-benda perlambang yang harus diikutkan dalam prosesi pernikahan.
Perpaduan tradisi lokal, Hindu-Budha dan Islam dalam pemakaman misalnya di Jawa; setelah mayat dimandikan dan dikafani kemudian dimasukan ke dalam peti mati untuk dikuburkan. Di sepanjang jalan menuju pemakaman ada pembakaran dupa (kemenyan) dan ditaburkan bunga-bunga. Keluarga yang ditinggalkan biasanya menyelenggarakan selamatan seperti 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, sampai 1000 hari, dan sebagainya.
Perpaduan tradisi lokal, Hindu - Budha dan Islam dalam kelahiran bayi misalnya di Jawa; dimulai dengan mitoni, sepasaran (lima hari setelah kelahiran) dan selapanan (35 hari setelah kelahiran). Setelah Islam masuk ada budaya Aqiqah (kekahan).
Perpaduan tradisi lokal, Hindu-Budha dan Islam dalam pemakaman misalnya di Jawa; setelah mayat dimandikan dan dikafani kemudian dimasukan ke dalam peti mati untuk dikuburkan. Di sepanjang jalan menuju pemakaman ada pembakaran dupa (kemenyan) dan ditaburkan bunga-bunga. Keluarga yang ditinggalkan biasanya menyelenggarakan selamatan seperti 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, sampai 1000 hari, dan sebagainya.
Perpaduan tradisi lokal, Hindu - Budha dan Islam dalam kelahiran bayi misalnya di Jawa; dimulai dengan mitoni, sepasaran (lima hari setelah kelahiran) dan selapanan (35 hari setelah kelahiran). Setelah Islam masuk ada budaya Aqiqah (kekahan).