Tradisi Puncak Acara Sekaten di Yogyakarta, Surakarta, Cirebon
Tradisi sekaten dimulai pada masa pemerintahan Raden Patah dan diteruskan oleh Sultan-sultan penggantinya sampai kerajaan Mataram Islam serta Yogyakarta dan Surakarta. Puncak acara sekaten adalah keluarnya sepasang gunungan dari Masjid Agung setelah dido'akan oleh ulama keraton. Kepercayaan yang berkembang siapapun yang mendapatkan gunungan (biarpun sedikit) akan mendapatkan kebahagiaan dan kemakmuran. Dua minggu menjelang dibuka sekaten diadakan pesta rakyat. Di Yogyakarta dan Surakarta selain pembagian "gunungan", juga berlangsung upacara penyucian gamelan dan senjata-senjata milik keraton.
Di Cirebon tradisi Islam ini dilaksanakan pada tanggal 11-12 Rabi'ul Awal dengan berbondong-bondong ziarah ke makam Gunung jati. Pada bulan Muharram dilaksanakan tradisi suroan dengan membagikan bubur Sura, pada bulan sapar dilaksanakan tradisi Saparan serta pada bulan Rojab dilaksanakan tradisi Rojaban.