"Kamu mau beli apa, Mir?"
"Nggak ada Bu. Ibu saja yang belanja."
"Ya sudah, ibu belanja ke toko itu dulu, ya. Kamu tunggu di sini, jangan ke mana-mana!"
Aku hanya mengangguk saja. Biasanya setelah berjualan, ibu mengajakku pergi ke Pasar Kuari tempat kami sering berbelanja. Sebenarnya, aku ingin membeli sepatu baru karena sepatuku sudah sangat lama dan kalau sepatuku basah tidak ada sepatu cadangan. Tapi, keinginanku itu biarkan saja. Biarlah, toh sepatu lamaku masih bisa dipakai dan juga aku harus bisa memikirkan kebutuhan yang harus ibu penuhi.
Amanat kutipan cerpen tersebut adalah
Dahulukan kebutuhan yang lebih penting daripada keinginan sendiri.
Pembahasan:
Kutipan cerpen menceritakan bahwa tokoh Aku lebih mementingkan kebutuhan yang harus dipenuhi ibunya meski sebenarnya ia ingin membeli sepatu.