-->

Maka kata Wan Empuk dan Wan Malini,

“Apa alamatnya kota tuan hamba ini?” maka sahut mereka, “Mahkota inilah alamatnya, tanda hamba anak cucu raja Iskandar. Hai embok, jika tuan hamba ini tiada percaya kata hamba ini, itulah tandanya oleh hamba jatuh kemari, maka padi embok berbuahkan emas berdaunkan perak berbatangkan tembaga quasa, dan tanah Negara bukit ini menjadi seperti warna emas.”

Hal yang membuktikan bahwa teks tersebut 
merupakan hikayat adalah
Ceritanya berisi keajaiban dan kemuslihatan