Dan Meila pun tercengang. Bibirnya sampai melongo saat kepalanya tengadah,
tetapi tak ia temui gumpalan asap itu lagi. Pada saat itulah Meila merasa ada yang menepuk-nepuk pelan pundaknya.
"Non Meila, udah jam setengah enam tuh, nanti sekolahnya kesiangan," suara yang sangat akrab di telinga Meila. Dan, Meila pun membuka kelopak matanya yang masih berasa lengket dan berat. Ditatapnya Bik Inah yang tersenyum lembut sambil memegang gagang sapu.
"Papa sama Mama udah berangkat, Bik?" tanya Meila seraya bangkit dengan malas dari ranjangnya. "Sudah, Non."
Ah, nyaris tiap pagi, Meila tak pernah merasa kebersamaan bersama kedua orang tuanya di rumah. Bahkan, untuk membangunkan tidurnya setiap pagi, Mama tak pernah ada waktu.
Sinopsis yang tepat berdasarkan kutipan cerpen tersebut adalah
Pagi hari tokoh Meila bermimpi. Ia merasa terkejut saat pundaknya milik Bik Inah. Bik Inah seorang yang membantu mengurus rumah Meila. Dengan berat, Meila bangkit dari tempat tidurnya. Ia bertanya kepada Bik Inah tentang Papa dan Mamanya. Menurut Bik Inah, Papa dan Mama Meila telah berangkat bekerja.
Pembahasan:
Sinopsis merupakan bentuk ringkas karya sastra. Sinopsis hanya mengungkapkan alur cerita.