Tradisi memukul bedug sebagai tanda dimulainya bulan Ramadan dan dilakukan di Semarang
disebut dengan
Dugderan
Pembahasan:
Tradisi dugderan dilaksanakan masyarakat Semarang untuk memperingati datangnya bulan Ramadan. Tradisi dugderan dimulai setelah melaksanakan salat Asar. Setelah melaksanakan salat Asar, para ulama melakukan musyawarah kemudian diumumkan kepada masyarakat. Hasil musyawarah kemudian diberikan kepada Gubernur Jawa Tengah. Setelah itu, Wali kota Semarang bersama Gubernur Jawa Tengah memukul bedug sebagai tanda mulainya bulan Ramadan. Tradisi dugderan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh ulama.