Ansambel musik dari Kamboja yang tergambar pada relief dinding Candi Angkor Watt
adalah
pinpeat
Pembahasan:
Beberapa tarian diiringi oleh orkestra pinpeat, yang terdiri dari ching (simbal), roneat (gambang bambu), pai au (seruling), sralai (oboe), chapey (kecapi bulan atau banjo), gong (gong perunggu), tro (rebab), dan berbagai jenis kendang. Pinpeat merupakan ensambel musik yang berasal dari abad VII yang tergambar pada relief dinding Candi Angkor Watt, yang ditemukan pada tahun 2013. Kata pin mengacu pada alat musik petik (harpa) dan peat mengacu pada alat musik perkusi. Pinpeat biasanya dimainkan untuk mengiringi penari tradisional Khmer, dan juga pada acara keagamaan. Pada umumnya, Pinpeat terdiri dari sekitar 9 instrumen dengan penyanyi dan paduan suara. Pada saat ini, Pinpeat tidak jarang ditampilkan dengan instrumen yang lebih sedikit, mengingat keterbatasan jumlah pemain musik tradisional saat ini. Instrumen yang sering digunakan, antara lain oneat (silofon), kongvong (gong kecil melingkar), samphor (drum berkepala ganda), dan skor thom (drum besar). Beberapa alat musik tradisional Kamboja juga terlihat pada dinding-dinding kuil di era angkorian, yang digambarkan pada relief timbul. Beberapa instrumen musik tradisional Kamboja mirip dengan alat musik tradisional Jawa, seperti "gamelan" Jawa. Beberapa ahli berpendapat bahwa terdapat pengaruh budaya Jawa Kuno yang dibawa oleh Raja Khmer yang berkunjung ke Jawa pada akhir abad ke VIII. Melodi musik pinpeat mudah dan tidak menggunakan notasi.