-->

1) Ibu, "Jangan terburu-buru dan selalu hati-hati di jalan, Nak!"

2) Cat tembok di sekolah TK Pertiwi: merah, biru, kuning, hijau, dan putih.
3) Desi mengikuti pelatihan dengan membawa alat tulis: buku, pena, dan kertas HVS.
4) Di warung itu tersedia aneka jajanan pasar: getuk, martabak, kue mangkuk, dan wajik.
5) Contoh penulisan daftar pustaka adalah Hirata, Andre. 2008. Maryamah Karpov. Yogyakarta: Bentang Pustaka.

Kesalahan penggunaan tanda baca titik dua (:) ditunjukkan oleh kalimat berangka
2)
Pembahasan:
  1. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti rangkaian atau pemerian.
  2. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
  3. Tanda titik dua dipakai dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
  4. Tanda titik dua dipakai antara (a) jilid atau nomor dan halaman, (b) bab dan ayat dalam kitab suci, (c) judul dan anak judul suatu karangan, serta (d) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan.