-->

Demang Patalan : Kau telah lebih dulu di sini, Klinting!

Demang Jodog : Aku lihat mata tombak di atas meja.
Baru Klinting : (memungut mata tombak itu dan melempar-tancapkan pada daun meja) Delapan ratus lagi, harus jadi dalam sepuluh hari.
Demang Jodog : Kita menang, pulang, buat mengasoh dari perang. Masih juga tanganmu gerayangan bikin pekerjaan.
Baru Klinting : Kau masih seperti di medan perang, masih merah seperti kepiting panggang.
Demang Jodog : Ah, kau, Klinting, yang pandai berolok.
Baru Klinting : Tak mengkerut kehijauan seperti sebelum bertarung lawan Mataram.
Demang Patalan : (tertawa) Pada gelagat pertama, siapa tidak takut pada Mataram. Semua mengkerut kehijauan. Kalau bukan karena kau, kau goncang bangunkan untuk melawan, dan Wanabaya gemilang memimpin serang.
Baru Klinting : (tertawa terkulum)
Demang Jodog : Sekarang bocah angon pun bangkit melawan.
Baru Klinting : [. . .]
Demang Jodog : Masih di luar sana selesaikan pertengkaran.
Baru Klinting : Kalian berdua, apakah sudah selesai?
Demang Patalan : Kaulah yang selesaikan. Baru Klinting. Aku tarik pergi Demang Jodog, tinggalkan Ki Ageng Mangir Muda di sana sendiri.

Kalimat yang tepat untuk melengkapi dialog drama tersebut adalah
Mana Demang Pajang dan Demang Pandak?
Pembahasan:
Teks drama merupakan karya sastra yang berbentuk dialog. Teks drama terkadang disajikan tidak lengkap atau rumpang. Untuk melengkapi teks drama tersebut, Anda harus memahami isi teks drama. Kalimat tepat untuk melengkapi teks drama adalah kalimat yang berkaitan dengan kalimat sebelum dan sesudahnya. Cara melengkapi teks drama tersebut, Anda harus menemukan kata kunci yang bisa dijadikan jembatan untuk menghubungkan maksud cerita.