-->

Esok pagi selepas subuh, Ibu mengatakan beberapa hal kepadaku dan Dede.

Salah satunya yang paling kuingat dan seketika membuatku berlonjak gembira, aku akan kembali sekolah. Dede juga akan disekolahkan. Ibu tersengal haru saat mengatakan itu. Bahkan, menangis. Mendekap kami erat.

"Tetapi siapa yang membayarinya?" Aku tersadarkan dari kegembiraan sesaat. Jangankan sekolah, tiga tahun terakhir ini, makan saja kami susah."

"Om Danar . . .," Ibu berkata pelan sambil menyeka sudut matanya. Tersenyum.

Dia benar-benar malaikat kami. Dengan melihat kebahagiaan di rona muka Ibu, malam itu seketika aku berikrar dalam hati. Bersumpah! Dia akan selalu menjadi orang yang paling kuhormati setelah Ibu. Selalu

Nilai sosial pada kutipan novel tersebut adalah
berterima kasih kepada ibu yang telah berjuang untuk menyekolahkan anak
Pembahasan:
Karya sastra dibuat berdasarkan ide, gagasan, dan kreativitas pengarang. Riwayat pendidikan, riwayat keluarga, serta sikap dan pandangan pengarang akan memengaruhi terbentuknya sebuah karya sastra.