-->

Ia memberanikan diri masuk rumah.

Ibunya kaget dan segera menghambur padanya.

"Duduklah, " kata ibunya dengan nada berat, penuh dengan kesedihan. "Kau pernah mengirim surat kepada Kedutaan Australia?"

Sejenak Aleandra berpikir, kemudian duduk, bersandar di sofa dengan lemas. Ia tidak tahu harus bagaimana. Sejumlah polisi datang kepadanya dan sebagian memakai baju seperti penjinak bom.

"Anda yang bernama Aleandra?" tanya polisi berwajah sangar. "Kami baru saja menggeledah kamarmu dan tidak menemukan apa-apa. Kenapa kau kirim surel ke pemerintah Australia dan mengabarkan akan terjadi peristiwa pengeboman? Dari mana kau dapatkan informasi ini?"

Aleandra sadar, ia telah gegabah. Kali ini ia membuat kesalahan yang fatal. Ia tak mengira sama sekali apa yang dilakukannya akan berujung seperti ini. Sangat menyedihkan.

"Bapak bisa tunggu sebentar di sini?"
Aleandra naik menuju kamarnya sementara ibunya duduk dengan raut wajah cemas. Dua orang polisi lain diperintahkan untuk mengikutinya. Tak butuh waktu lama. Ia datang membawa gulungan kertas.

Ia mulai menerangkan mengenai konsep anomali waktu yang ia alami. Polisi itu menunjukkan reaksi dengan air muka tidak begitu tertarik. Ibunya mengusap air mata dengan ujung hijabnya. "Baik, kau bisa terangkan nanti di pengadilan." 

Penyebab konflik dalam kutipan novel tersebut adalah
Tokoh Aleandra mengirim surel berisi akan terjadi peristiwa pengeboman.
Pembahasan:
Masalah batin timbul dari dalam diri tokoh. Masalah ini terjadi antara tokoh dan dirinya sendiri. Masalah merupakan salah satu unsur intrinsik. Unsur intrinsik merupakan unsur yang membangun cerita dari dalam. Konflik dalam cerita disebabkan oleh suatu peristiwa sebagai pemicunya. Konflik dalam cerita juga menyebabkan terjadinya sebuah peristiwa.