-->

"Minum dulu obatnya, Mak," ucapku.

Aku menyongsong Mak, kemudian memberikan segelas air putih dan kapsul berwarna merah dan putih. Ia menelan obat itu. Mak merasa lega sejenak. Ia melempar senyum kepadaku. Mak menatap ke balik kelambu jendela. Dilihatnya pohon beringin di samping rumah. Tatapannya kosong. Aku bisa melihatnya. Wajahnya sayu. Sesekali batuk kecil. Ia bangkit dari ranjang, bersusah payah untuk berdiri dengan segenap tenaganya, berjalan gontai menuju jendela.

Mak kembali tersenyum. Senyumnya masam selalu meneduhkan, menggambarkan sebuah rasa syukur yang tak terhitung. Di sela-sela senyumnya, ia mengucapkan, Hamdalah beberapa kali. "Kenapa Mak senyum? Tanyaku.

"Tidak apa-apa, Mak hanya bersyukur masih diperkenankan untuk hidup sampai pada hari menjelang Hari Raya Kurban. Mak juga bersyukur punya anak laki-laki sepertimu, sebab di luar sana, jarang anak masih sibuk merawat orangtuanya. Terima kasih, Nak." Suara Mak lirih, kembali tersenyum lembut.

Nilai moral yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah
merawat orang tua yang sedang sakit
Pembahasan:
Kutipan cerpen tersebut menceritakan tokoh Anak yang merawat tokoh Mak dengan ikhlas. Tokoh Mak bersyukur mempunyai tokoh Anak yang mau merawatnya saat sakit.