Pada suatu hari, anak-anak Agus mengadakan rapat.
Agus diminta hadir. Di dalam rapat dihitung secara teliti, berapa tahun Agus sudah merawat masing-masing anak itu. Berapa jumlah yang sudah dikeluarkannya. Kemudian, dikompensasikan berapa rupiah yang sudah dikembalikan oleh anak-anak itu. Ternyata hasilnya sudah klop.
"Jadi, mulai sekarang kami berhenti untuk membiayai Bapak dan Ibu. Semuanya sudah lunas," kata anak-anak itu.
Agus terkejut.
"Lho kalian jadi tidak akan menunjang bapak dan ibumu lagi?"
"Betul. Tapi tidak hanya itu. Mulai besok kami menjual rumah, mobil, dan semua isi rumah Bapak. Dan pembelinya adalah kami-kami ini semua karena penawaran kami mesklipun lebih rendah, itu jauh lebih efisien daripada dibeli orang lain. Hasil penjualan itu akan kami masukkan ke bank atas nama Bapak dan Ibu. Lalu Bapak dan Ibu akan kami kirim ke rumah jompo."
Agus terbelalak.
"Lho kenapa? Kenapa mesti rumah jompo, kalian kan masih sanggup untuk merawat kami ini, lagi pula kami masih kuat."
Anak-anak Agus menjawab dingin dan yakin.
"Itu jelas akan lebih ekonomis." Agus langsung pingsan.
Penyebab konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah
Anak-anak tokoh Agus ingin mengirim kedua orang tuanya ke rumah jompo.
Pembahasan:
Drama merupakan jenis atau genre karya sastra yang berbentuk percakapan. Drama mengandung konflik atau masalah. Masalah atau konflik dalam drama tersebut terjadi karena benturan tokoh dengan tokoh lain atau benturan tokoh dengan dirinya sendiri.