Fungsi Setan
Setan adalah penggerak manusia berlaku jahat. Sedangkan malaikat menggerakan manusia berbuat amal saleh. Gerak jahat atau baik itu dipertimbangkan oleh akal. Keputusan akal melahirkan kemauan dan kemauan manusia itu bebas dalam menentukan pilihannya. Kemungkinan mengikuti dan menentang mempunyai kesempatan yang sama.
Demikian pula sikap akal itu terhadap malaikat. Kemauan berbuat baik akan melahirkan amal saleh. Allah menurunkan wahyu dan mengutus rasul untuk menunjukkan perbuatan baik dan yang buruk, diikuti penjelasan dan dipertanggungjawabkan oleh setiap individu dihadapan Allah pada hari akhirat. Jadi manusia tidak dapat lari dari tanggung jawab perbuatannya di dunia dihadapan Allah selaku Penciptanya.
Setan ialah jenis makhluk jahat yang selalu memperdayakan manusia untuk berbuat sesat dari perintah dan larangan Allah atas kejahatannya. Itulah sebabnya mengapa setan dikutuk Allah SWT.
Karena kedurhakaannya, setan dikutuk serta dijauhkan dari rahmat dan keridhaanNya. Manusia yang mengikuti perbuatan setan menjadi pendurhaka pula terhadap Tuhan.
Untuk menjaga godaan setan, akal manusia perlu diisi oleh iman dan ilmu agar dapat memberikan daya tahan terhadap kecenderungan jahat dan lebih memperkokoh ke arah perbuatan yang positif.
Apabila iman telah menerangi hati dan ilmu telah menyinari budi, maka akan cenderung pada takwa. Hanya takwalah yang akan menjadi benteng terhadap tipu muslihat setan. Dan hanya dengan takwa itu pula manusia dapat menahan diri dari niat jahat dan mengembangkan kecenderungan baik dalam dirinya.
Demikian pula sikap akal itu terhadap malaikat. Kemauan berbuat baik akan melahirkan amal saleh. Allah menurunkan wahyu dan mengutus rasul untuk menunjukkan perbuatan baik dan yang buruk, diikuti penjelasan dan dipertanggungjawabkan oleh setiap individu dihadapan Allah pada hari akhirat. Jadi manusia tidak dapat lari dari tanggung jawab perbuatannya di dunia dihadapan Allah selaku Penciptanya.
Setan ialah jenis makhluk jahat yang selalu memperdayakan manusia untuk berbuat sesat dari perintah dan larangan Allah atas kejahatannya. Itulah sebabnya mengapa setan dikutuk Allah SWT.
Karena kedurhakaannya, setan dikutuk serta dijauhkan dari rahmat dan keridhaanNya. Manusia yang mengikuti perbuatan setan menjadi pendurhaka pula terhadap Tuhan.
Untuk menjaga godaan setan, akal manusia perlu diisi oleh iman dan ilmu agar dapat memberikan daya tahan terhadap kecenderungan jahat dan lebih memperkokoh ke arah perbuatan yang positif.
Apabila iman telah menerangi hati dan ilmu telah menyinari budi, maka akan cenderung pada takwa. Hanya takwalah yang akan menjadi benteng terhadap tipu muslihat setan. Dan hanya dengan takwa itu pula manusia dapat menahan diri dari niat jahat dan mengembangkan kecenderungan baik dalam dirinya.