4 Persiapan Menjelang Bulan Ramadhan
Minimal ada 4 hal yang perlu dipersiapkan dalam menyongsong bulan ramadhan yang penuh berkah,
1. Persiapan Jasadiyah
Kita tidak akan mampu atau berbuat maksimal dalam berpuasa jika fisiknya sakit. Oleh karena itu mereka dituntut untuk menjaga kesehatan fisik, kebersihan rumah, masjid dan lingkungan. Rasulullah mencontohkan kepada umat agar selama berpuasa tetap memperhatikan kesehatan. Hal ini terlihat dari beberapa peristiwa di bawah ini :
a. Menyikat gigi dengan siwak.
b. Berobat seperti dengan berbekam(Al-Hijamah.
c. Memperhatikan penampilan.
Agar memulai puasa dengan penampilan baik dan tidak dengan wajah yang cemberut.
Juga dengan cara mengkondisikan diri agar pada bulan sya'ban kita telah terbiasa dengan berpuasa, sehingga kondisi ruhiyah imaniyah meningkat, dan tubuh sudah terlatih berpuasa. Dengan kondisi seperti ini, maka ketika kita memasuki bulan ramadhan, kondisi ruh dan iman telah membaik, yang selanjutnya dapat menyambut bulan ramadhan dengan amal dan kegiatan dengan baik. Disisi lain tidak akan terjadi gejolak fisik dan proses penyesuaian yang kadang-kadang dirasakan oleh orang-orang yang pertama kali berpuasa.
2. Persiapan Maaliyah
Selama 11 bulan kita menabung dan pada bulan Ramadhan kita tidak ngoyo untuk mengejar rejeki sehingga kita di bulan puasa ini bisa beribadah secara khusyu' dan maksimal. Bulan ramadhan merupakan bulan santunan sangat dianjurkan memberi santunan kepada orang lain, betapapun kecilnya. Santunan dan sikap ini sudah barang tentu tidak dapat dilakukan dengan baik kecuali manakala jauh sebelum ramadhan telah ada persiapan-persiapan materi yang memadai.
3. Persiapan Fikriyah
Persiapan fikri atau akal dilakukan dengan mendalami ilmu, khususnya ilmu yang terkait dengan ibadah Ramadhan. Banyak orang yang berpuasa tidak menghasilkan kecuali lapar dan dahaga. Hal ini dilakukan karena puasanya tidak dilandasi dengan ilmu yang cukup. Seorang yang beramal tanpa ilmu, maka tidak menghasilkan kecuali kesia-siaan belaka.
4. Persiapan Ruhiyah
Yang kita perlukan adalah dengan cara membersihkan hati dari penyakit aqidah sehingga melahirkan niat yang ikhlas. Allah SWT menegaskan pentingnya membersihkan hati (tazkiyatun nafs) dalam firman-Nya: "Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya." (Q.S. Asy-Syams:9)
1. Persiapan Jasadiyah
Kita tidak akan mampu atau berbuat maksimal dalam berpuasa jika fisiknya sakit. Oleh karena itu mereka dituntut untuk menjaga kesehatan fisik, kebersihan rumah, masjid dan lingkungan. Rasulullah mencontohkan kepada umat agar selama berpuasa tetap memperhatikan kesehatan. Hal ini terlihat dari beberapa peristiwa di bawah ini :
a. Menyikat gigi dengan siwak.
b. Berobat seperti dengan berbekam(Al-Hijamah.
c. Memperhatikan penampilan.
Agar memulai puasa dengan penampilan baik dan tidak dengan wajah yang cemberut.
Juga dengan cara mengkondisikan diri agar pada bulan sya'ban kita telah terbiasa dengan berpuasa, sehingga kondisi ruhiyah imaniyah meningkat, dan tubuh sudah terlatih berpuasa. Dengan kondisi seperti ini, maka ketika kita memasuki bulan ramadhan, kondisi ruh dan iman telah membaik, yang selanjutnya dapat menyambut bulan ramadhan dengan amal dan kegiatan dengan baik. Disisi lain tidak akan terjadi gejolak fisik dan proses penyesuaian yang kadang-kadang dirasakan oleh orang-orang yang pertama kali berpuasa.
2. Persiapan Maaliyah
Selama 11 bulan kita menabung dan pada bulan Ramadhan kita tidak ngoyo untuk mengejar rejeki sehingga kita di bulan puasa ini bisa beribadah secara khusyu' dan maksimal. Bulan ramadhan merupakan bulan santunan sangat dianjurkan memberi santunan kepada orang lain, betapapun kecilnya. Santunan dan sikap ini sudah barang tentu tidak dapat dilakukan dengan baik kecuali manakala jauh sebelum ramadhan telah ada persiapan-persiapan materi yang memadai.
3. Persiapan Fikriyah
Persiapan fikri atau akal dilakukan dengan mendalami ilmu, khususnya ilmu yang terkait dengan ibadah Ramadhan. Banyak orang yang berpuasa tidak menghasilkan kecuali lapar dan dahaga. Hal ini dilakukan karena puasanya tidak dilandasi dengan ilmu yang cukup. Seorang yang beramal tanpa ilmu, maka tidak menghasilkan kecuali kesia-siaan belaka.
4. Persiapan Ruhiyah
Yang kita perlukan adalah dengan cara membersihkan hati dari penyakit aqidah sehingga melahirkan niat yang ikhlas. Allah SWT menegaskan pentingnya membersihkan hati (tazkiyatun nafs) dalam firman-Nya: "Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya." (Q.S. Asy-Syams:9)