-->

Ciri-ciri Pendidikan Islam

Islam tidak hanya mengatur alam semesta yang disebut alam besar(kabir), akan tetapi juga hukum-hukum yang mengatur manusia yang disebut alam kecil(saghir). Kalau tujuan pendidikan titik utamanya adalah mengembangkan kualitas hidup manusia untuk menerima segala tantangan alam dan manusia itu sendiri maka pendidikan pada hakikatnya menyadarkan manusia tentang adanya hukum Tuhan pada dirinya yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu pendidikan dalam islam adalah sesuatu yang inheren dengan agama, sifat, kekuatan, dan hukum Tuhan yang melekat pada manusia. Dalam konteks inilah mengapa agama mesti disampaikan sehingga kaidah agama itu merupakan pengetahuan yang dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Secara umum ciri-ciri pendidikan Islam adalah:
a) Dasar
    Dasar pendidikan Islam adalah Alquran, As-Sunnah dan hasil pemikiran manusia tentang hukum-hukum(sejarah Umat Islam).
b) Tujuan
    Delier Noer, Tokoh pendidik Muslim menyebutkan dalam bukunya"Bunga Rampai dari Negeri Kanguru", bahwa tujuan pendidikan Islam ialah menumbuhkan kesadaran manusia sebagai hamba Allah, menanamkan keyakinan akan rukun Iman dan Islam serta membiasakan dalam pelaksanaan-Nya, menanamkan sifat-sifat Allah SWT(misal sifat kasih sayang, penolong, dan lain-lain) ke dalam jiwa anak didik, membentuk manusia yang sadar akan kekhalifahannya di bumi, yang memelihara bumi, menjaga hubungan kepada sesama, yang bersandar pada penjagaan hubungan dengan Allah dan Rasulnya.
    Dengan demikian tujuan utama pendidikan Islam adalah membentuk anak didik berakhlak dan berbudi luhur, patuh menjalankan perintah Allah dan Rasulnya serta memiliki keterampilan hidup sebagai hamba-Nya di bumi.
c) Fungsi
     Umat Islam, khususnya umat Islam di Indonesia, adalah masyarakat merdeka yang sedang membangun baik fisik material(ekonomi, pertahanan, dan sebagainya) dan pembangunan mental spiritual(aspek keimanan, rasa tanggungjawab), sikap musyawarah, sikap kebersamaan, kepemimpinan). Dengan ungkapan lain pendidikan Islam di Indonesia hendaknya mempertegas programnya dengan:
(1) Pendekatan nilai-nilai universal atau pendekatan makro, yaitu suatu program yang dijabarkan dalam kurikulum yang dapat melaksanakan proses internalisasi nilai pada anak didik yang menyadarkan bahwa ia berada dalam tanggung jawab sebagai hamba dan khalifah Allah.
(2) Pendekatan messo, yaitu suatu program pendidikan yang memiliki kurikulum yang memberikan informasi dan kompetensi kepada anak didik dalam membina umat dan bangsanya serta mampu membina rasa tanggung jawab terhadap negara dan lingkungannya.
(3) Pendekatan ekso, yaitu suatu program pendidikan yang memberikan kebijakan kepada anak didik untuk membudayakan nilai-nilai kebenaran agama Islam melalui kemampuan analisis dan penalaran.
(4) Pendekatan mikro, yaitu suatu program pendidikan yang membina keterampilan seseorang sebagai profesional.