-->

Unsur-Unsur Agama Islam

Agama Islam adalah agama Allah yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW untuk diteruskan ke seluruh umat manusia yang mengandung ketentuan-ketentuan keimanan(akidah), ibadah, dan mu'ammalah(syariah). Ketentuan-ketentuan tersebut menuntun proses berpikir, merasa, dan berbuat, serta terbentuknya kata hati.

Berdasarkan penjelasan di atas agama Islam itu mengandung tiga unsur, yaitu Iman, Islam, dan Ihsan.
1. Iman; adalah keyakinan kepada:
  1. Allah;
  2. Malaikat-malaikat;
  3. Kitab-kitab;
  4. Rasul-rasul;
  5. Hari Akhir, serta;
  6. Qadla dan Qadlar;
2. Islam; berarti berserah diri sepenuhnya kepada Allah dengan cara:
  1. Mengucapkan syahadatain, yaitu mengucapkan kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah;
  2. Mendirikan shalat;
  3. Membayar zakat;
  4. Melaksanakan puasa;
  5. Menunaikan haji bagi yang mampu.
3. Ihsan ialah berakhlak saleh dengan melaksanakan ibadah kepada Allah dan bermu'ammalah kepada sesama makhluk dengan ikhlas karena Allah. Pengertian ikhlas karena Allah ialah apabila seseorang dalam melakukan suatu perbuatan karena Allah dan merasakan seakan-akan dalam proses pelaksanaannya disaksikan oleh Allah. 

Adapun mu'ammalah adalah pola hubungan/interaksi manusia dengan sesama makhluk Allah.
1) Pola hubungan dengan manusia;
     a) hubungan dengan Rasul antara lain berupa:
          - mematuhi ajaran yang disampaikan Rasul;
          - meniru keteladanan Rasul;
          - mencintai kepribadian Rasul;
          - salawat/mendoakan Rasul.
     b) menyantuni/membina diri dan keluarga;
     c)  hubungan berkeluarga;
     d)  hubungan bermasyarakat;
     e)  hubungan berbangsa dan bernegara;
      f)  hubungan antarbangsa dan negara.
2) Hubungan dengan tumbuh-tumbuhan, hewan, dan lingkungan.
Islam membawa peraturan-peraturan Allah yang harus dipatuhi, maka orang Islam bukan saja menjauhkan diri dari kemungkaran(zhalim) dan selalu berbuat kebajikan, bahkan juga mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Lebih jauh lagi, Islam menyebabkan manusia memiliki:
1. Sifat kompetitif dalam kebaikan.
2. Sifat futuristik, yaitu berpandangan jauh ke depan dalam rangka pengembangan dan pemecahan masalah terus-menerus demi tercapainya tujuan mardhatillah.