Perbedaan Aulia dan Ulama
Aulia menurut pengertian Alquran diartikan sebagai pemimpin, pelindung, dan penolong, diambil dari kata"wali".
Dalam pengertian yang umum kata"Aulia" sebagai bentuk jamak dari kata"wali" diartikan dengan pengertian khusus, yaitu orang-orang yang dianggap mempunyai kelebihan-kelebihan khusus di bidang agama dan perjuangan agama.
Mungkin perkataan wali yang digunakan seperti dalam kata Wali Songo diambil dari pengertian ini.
Ulama merupakan bentuk jama' dari kata"alim", artinya orang mengetahui, atau orang yang berilmu pengetahuan. Dalam pengertian ini yang termasuk dalam perkataan"ulama" adalah para sarjana dan para cendekiawan muslim dan non muslim. Kata"ulama" dapat mencakup setiap ahli ilmu, bukan hanya yang memahami dan menguasai ilmu-ilmu agama.
Namun yang populer dan berlaku di Indonesia kata"ulama" mempunyai pengertian ahli di bidang ilmu ke-Islam-an saja.
Perhatikan penjelasan Alquran di bawah ini. Penjelasan surat Asy-Syu'araa(26), ayat 197 dalam konteks pembicaraan Alquran yang kebenaran kandungannya telah diakui oleh ulama Bani Israel. Sedang surat faathir(35), ayat 27 konteks ajaran Alquran untuk memperhatikan turunnya hujan dari langit, beraneka ragam buah-buahan, gunung, bintang dan manusia yang kemudian diakhiri dengan,"sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya hanyalah Ulama(Q.S. 35:28). Menurut Prof. M. Quraish Shihab, pakar di bidang Tafsir, ayat ini menggambarkan bahwa yang dinamakan ulama adalah orang-orang yang memiliki pengetahuan tentang ayat-ayat Allah yang bersifat Kauniyah(fenomena alam).
Berdasarkan kedua ayat di atas dapat diambil kesimpulan, bahwa yang dimaksud dengan ulama ialah orang-orang yang mempunyai pengetahuan tentang ayat-ayat Allah, baik yang bersifat Kauniyah maupun Qur'aniyyah.
Dalam pengertian yang umum kata"Aulia" sebagai bentuk jamak dari kata"wali" diartikan dengan pengertian khusus, yaitu orang-orang yang dianggap mempunyai kelebihan-kelebihan khusus di bidang agama dan perjuangan agama.
Mungkin perkataan wali yang digunakan seperti dalam kata Wali Songo diambil dari pengertian ini.
Ulama merupakan bentuk jama' dari kata"alim", artinya orang mengetahui, atau orang yang berilmu pengetahuan. Dalam pengertian ini yang termasuk dalam perkataan"ulama" adalah para sarjana dan para cendekiawan muslim dan non muslim. Kata"ulama" dapat mencakup setiap ahli ilmu, bukan hanya yang memahami dan menguasai ilmu-ilmu agama.
Namun yang populer dan berlaku di Indonesia kata"ulama" mempunyai pengertian ahli di bidang ilmu ke-Islam-an saja.
Perhatikan penjelasan Alquran di bawah ini. Penjelasan surat Asy-Syu'araa(26), ayat 197 dalam konteks pembicaraan Alquran yang kebenaran kandungannya telah diakui oleh ulama Bani Israel. Sedang surat faathir(35), ayat 27 konteks ajaran Alquran untuk memperhatikan turunnya hujan dari langit, beraneka ragam buah-buahan, gunung, bintang dan manusia yang kemudian diakhiri dengan,"sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya hanyalah Ulama(Q.S. 35:28). Menurut Prof. M. Quraish Shihab, pakar di bidang Tafsir, ayat ini menggambarkan bahwa yang dinamakan ulama adalah orang-orang yang memiliki pengetahuan tentang ayat-ayat Allah yang bersifat Kauniyah(fenomena alam).
Berdasarkan kedua ayat di atas dapat diambil kesimpulan, bahwa yang dimaksud dengan ulama ialah orang-orang yang mempunyai pengetahuan tentang ayat-ayat Allah, baik yang bersifat Kauniyah maupun Qur'aniyyah.