Tujuan Allah Mengutus Rasul
eorang Rasul tidak hanya bertugas menyampaikan risalah ilahi, tetapi juga berkewajiban untuk menyampaikan bimbingan dan contoh teladan bagi umatnya. Oleh karena itulah, mengapa Rasul yang dipilih Allah adalah seorang manusia.
Fungsi malaikat hanya menyampaikan berita dari Allah kepada para rasul. Sedangkan penyampaian ajaran kepada manusia dan untuk melakukan pembangunan sistem nilai Ilahi di tengah kehidupan manusia, mesti manusia juga. Dalam menyampaikan wahyu Allah, seorang rasul menggunakan bahasa kaumnya sebagai media komunikasi agar mudah dipahami dan dipatuhi.
Menurut Alqur'an, semua rasul mempunyai tugas yang sama dalam menyampaikan ajaran Allah yaitu tauhid, yang mengajarkan kepada manusia bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan hendaknya manusia menyembah hanya kepada-Nya.
Untuk menyampaikan risalah tauhid kepada seluruh manusia di alam ini, Allah mengutus para rasul itu kepada setiap kaum dan mereka itu dipilih di antara anggota kaum itu sendiri. Tiap-tiap umat itu ada rasulnya.
Nama-nama nabi dan rasul ada yang disebutkan dalam Alquran dan ada pula yang tidak. Sesungguhnya tugas mereka jelas ialah penerus dari tugas rasul yang terdahulu dalam menegakkan aqidah tauhid, sedang tugas umat mengimani rasul-rasul itu.
Rasul yang terakhir adalah Nabi Muhammad SAW yang diutus untuk seluruh bangsa di dunia, dengan tugas menyampaikan risalah(Islam) sebagai agama Allah yang telah disempurnakan utuh dan lengkap.
Nabi Muhammad adalah orang Arab, karena itu beliau menyampaikan pesan-pesannya dalam bahasa Arab. Tetapi Isa berbahasa Aramia, sehari-hari dia menggunakan bahasa Aramia dicampur dengan bahasa Yunani, karena waktu itu wilayah Timur sudah mengalami helenisasi, sehingga disebut daerah Helenik. Kitab suci Nabi Musa lain lagi. Ia menggunakan bahasa Ibrani, yaitu bahasa Yahudi kuno. Padahal Nabi Musa sendiri berbahasa Mesir. Nama Musa adalah berasal dari kata"Mesir" yang artinya air. Nama ini diberikan Fir'aun ketika Musa ditemukan isteri Fir'aun di sungai Nil. Musa mulanya menggunakan bahasa Mesir. Kemudian belajar bahasa Ibrani melalui kaumnya, yaitu Bani Israel yang ada di Mesir. Tetapi Musa mengetahui atau belajar agama itu dari mertuanya Nabi Syu'aib, dari Madyan, yang agaknya adalah seorang Arab.
Sebab itu Musa juga menggunakan perkataan Arab, yang sampai sekarang orang Yahudi sendiri tidak paham, yaitu kata Yahudi, antara lain berasal dari kata Arab"Ya Huwa" artinya Wahai Dia. Maksudnya ialah Allah SWT. Dalam bahasa Arab, kita memanggil seseorang dengan penuh kemesraan, maka ditambah dengan"Yaa" Misalnya, Yaa Abaahu, wahai Ayah, Yaa Ummahu, Wahai Ibu, Yaa Huwa, wahai Dia Tuhanku.
Fungsi malaikat hanya menyampaikan berita dari Allah kepada para rasul. Sedangkan penyampaian ajaran kepada manusia dan untuk melakukan pembangunan sistem nilai Ilahi di tengah kehidupan manusia, mesti manusia juga. Dalam menyampaikan wahyu Allah, seorang rasul menggunakan bahasa kaumnya sebagai media komunikasi agar mudah dipahami dan dipatuhi.
Menurut Alqur'an, semua rasul mempunyai tugas yang sama dalam menyampaikan ajaran Allah yaitu tauhid, yang mengajarkan kepada manusia bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan hendaknya manusia menyembah hanya kepada-Nya.
Untuk menyampaikan risalah tauhid kepada seluruh manusia di alam ini, Allah mengutus para rasul itu kepada setiap kaum dan mereka itu dipilih di antara anggota kaum itu sendiri. Tiap-tiap umat itu ada rasulnya.
Nama-nama nabi dan rasul ada yang disebutkan dalam Alquran dan ada pula yang tidak. Sesungguhnya tugas mereka jelas ialah penerus dari tugas rasul yang terdahulu dalam menegakkan aqidah tauhid, sedang tugas umat mengimani rasul-rasul itu.
Rasul yang terakhir adalah Nabi Muhammad SAW yang diutus untuk seluruh bangsa di dunia, dengan tugas menyampaikan risalah(Islam) sebagai agama Allah yang telah disempurnakan utuh dan lengkap.
Nabi Muhammad adalah orang Arab, karena itu beliau menyampaikan pesan-pesannya dalam bahasa Arab. Tetapi Isa berbahasa Aramia, sehari-hari dia menggunakan bahasa Aramia dicampur dengan bahasa Yunani, karena waktu itu wilayah Timur sudah mengalami helenisasi, sehingga disebut daerah Helenik. Kitab suci Nabi Musa lain lagi. Ia menggunakan bahasa Ibrani, yaitu bahasa Yahudi kuno. Padahal Nabi Musa sendiri berbahasa Mesir. Nama Musa adalah berasal dari kata"Mesir" yang artinya air. Nama ini diberikan Fir'aun ketika Musa ditemukan isteri Fir'aun di sungai Nil. Musa mulanya menggunakan bahasa Mesir. Kemudian belajar bahasa Ibrani melalui kaumnya, yaitu Bani Israel yang ada di Mesir. Tetapi Musa mengetahui atau belajar agama itu dari mertuanya Nabi Syu'aib, dari Madyan, yang agaknya adalah seorang Arab.
Sebab itu Musa juga menggunakan perkataan Arab, yang sampai sekarang orang Yahudi sendiri tidak paham, yaitu kata Yahudi, antara lain berasal dari kata Arab"Ya Huwa" artinya Wahai Dia. Maksudnya ialah Allah SWT. Dalam bahasa Arab, kita memanggil seseorang dengan penuh kemesraan, maka ditambah dengan"Yaa" Misalnya, Yaa Abaahu, wahai Ayah, Yaa Ummahu, Wahai Ibu, Yaa Huwa, wahai Dia Tuhanku.