-->

Jika terjadi pertemuan dua massa udara yang berbeda temperatur,

yaitu antara massa udara panas yang lembap dengan massa udara dingin yang padat sehingga berkondensasi maka terjadi hujan
frontal
Pembahasan:
Menurut proses terjadinya, hujan dibedakan atas:
1. Hujan frontal
ialah hujan yang terjadi di daerah front. Yang disebabkan oleh pertemuan dua massa udara yang berbeda temperaturnya. Massa udara panas atau lembab bertemu dengan massa udara dingin atau padat sehingga berkondensasi dan terjadilah hujan.

2. Hujan zenithal atau ekuatorial atau konveksi atau naik tropias.
Jenis hujan ini terjadi karena udara naik disebabkan adanya pemanasan yang tinggi. Hujan ini terjadi di daerah tropis antara 23,5°LU - 23,5°LS. Oleh karena itu, disebut juga hujan naik tropis. Arus konveksi menyebabkan uap air di ekuator naik secara vertikal sebagai akibat pemanasan air laut terus-menerus. Kemudian terjadilah kondensasi dan turun hujan. Itulah sebabnya jenis hujan ini dinamakan hujan ekuatorial atau konveksi. Hujan zenithal adalah hujan yang terjadi pada waktu matahari mencapai titik puncak atau titik Zenith. Perlu diingat bahwa setiap tahun matahari akan berada di ekuator dua kali yaitu tanggal 21 Maret dan tanggal 23 September, sekitar tanggal tersebut di sekitar ekuator akan terjadi hujan yang disebut hujan zenithal.

3. Hujan Orografis atau hujan naik pegunungan.
Terjadi karena udara yang mengandung uap air naik lereng gunung menuju puncak gunung atau pegunungan. Udara yang naik akan mengalami penurunan suhu akhirnya terjadi kondensasi dan terbentuk awan dan awan turun menjadi hujan, hujan yang turun di lereng gunung atau pegunungan disebut hujan orografis. Sedangkan lereng sebaliknya merupakan daerah bayangan hujan atau rain shadow.

4. Hujan Muson
Hujan yang terjadi karena pengaruh angin Muson. Hujan ini terjadi sekitar setengah tahun pada setiap tahunnya. Contohnya Indonesia, sebagian besar hujan muson terjadi pada bulan Oktober - April, sedangkan bulan April - Oktober hanya sebagian kecil wilayah Indonesia yang mengalami hujan Muson. Sehingga pada periode bulan April - Oktober pada umumnya Indonesia mengalami musim kemarau.

5. Hujan Siklon
Hujan ini disebabkan karena adanya angin siklon. Angin siklon adalah angin yang bertiup berputar menuju pusat.

6. Hujan Buatan
Hujan yang terjadi karena dibuat, caranya dengan menaburkan inti kondensasi di udara, yang termasuk inti kondensasi antara lain es kering dan urea. Es kering adalah CO₂ yang dipadatkan.

7. Hujan Es
Terjadi karena awan di udara sebelum turun, awan tersebut terdorong naik, sehingga suhunya lebih dingin, akibatnya titik-titik air (awan) berubah menjadi kristal-kristal es, baru turun menjadi hujan.