Sistem Kepartaian Menurut Maurice Duverger
Dalam buku Political Parties, Maurice Duverger membagi sistem kepartaian menjadi tiga bagian, yaitu :
1. Sistem satu partai/partai tunggal
Yaitu suatu negara yang menerapkan hanya satu partai (hanya satu-satunya partai atau partai yang mayoritas di suatu negara). Negara yang menerapkan sistem satu partai antara lain: Uni Soviet, RRC, dan Korea Utara.
2. Sistem Dwi partai
Yaitu negara yang menerapkan hanya dua partai, yaitu partai yang berkuasa (yang menang dalam pemilu), dan partai oposisi (yang kalah dalam pemilu). Partai oposisi berperan sebagai pengecam setia (loyal opposition) terhadap kebijaksanaan-kebijaksanaan partai yang berkuasa bila dianggap tidak sejalan.
Contoh negara yang menerapkan dwi partai adalah : Inggris, Amerika, Filipina.
3. Sistem multi partai atau banyak partai
Adalah negara yang menerapkan banyak partai di dalamnya. Sistem multi partai biasanya diterapkan di negara yang agama, ras, dan suku bangsanya beragam. Negara yang menerapkan multi partai antara lain: Indonesia, Malaysia, India, Perancis.
1. Sistem satu partai/partai tunggal
Yaitu suatu negara yang menerapkan hanya satu partai (hanya satu-satunya partai atau partai yang mayoritas di suatu negara). Negara yang menerapkan sistem satu partai antara lain: Uni Soviet, RRC, dan Korea Utara.
2. Sistem Dwi partai
Yaitu negara yang menerapkan hanya dua partai, yaitu partai yang berkuasa (yang menang dalam pemilu), dan partai oposisi (yang kalah dalam pemilu). Partai oposisi berperan sebagai pengecam setia (loyal opposition) terhadap kebijaksanaan-kebijaksanaan partai yang berkuasa bila dianggap tidak sejalan.
Contoh negara yang menerapkan dwi partai adalah : Inggris, Amerika, Filipina.
3. Sistem multi partai atau banyak partai
Adalah negara yang menerapkan banyak partai di dalamnya. Sistem multi partai biasanya diterapkan di negara yang agama, ras, dan suku bangsanya beragam. Negara yang menerapkan multi partai antara lain: Indonesia, Malaysia, India, Perancis.