Bentuk Penyimpangan Pemerintahan Orde Baru
Seperti dikatakan oleh M. Rush rezim Orde Baru ditandai oleh:
(1) Dominannya peranan ABRI.
(2) Kekuasaan eksekutif sangat dominan.
(3) MPR sebagai lembaga tertinggi negara pemegang kedaulatan rakyat dapat dikendalikan presiden dengan cara sebagian besar anggotanya diangkat oleh atau dengan persetujuan presiden.
(4) DPR sebagai lembaga legislatif dikendalikan oleh presiden dengan memanfaatkan Golkar dan anggota fraksi ABRI (semua anggotanya diangkat).
(5) Birokratisasi dan sentralisasi pengambilan keputusan politik.
(6) Pengebirian peran dan fungsi partai politik.
(7) Campur tangan pemerintah dalam berbagai urusan partai.
Karena dalam praktik kenegaraan dan pemerintahan, rezim ini sangat tidak memberikan ruang bagi kehidupan berdemokrasi. Sehingga terjadinya KKN dan krisis, diturunkan ditengah jalan melalui people power.
(1) Dominannya peranan ABRI.
(2) Kekuasaan eksekutif sangat dominan.
(3) MPR sebagai lembaga tertinggi negara pemegang kedaulatan rakyat dapat dikendalikan presiden dengan cara sebagian besar anggotanya diangkat oleh atau dengan persetujuan presiden.
(4) DPR sebagai lembaga legislatif dikendalikan oleh presiden dengan memanfaatkan Golkar dan anggota fraksi ABRI (semua anggotanya diangkat).
(5) Birokratisasi dan sentralisasi pengambilan keputusan politik.
(6) Pengebirian peran dan fungsi partai politik.
(7) Campur tangan pemerintah dalam berbagai urusan partai.
Karena dalam praktik kenegaraan dan pemerintahan, rezim ini sangat tidak memberikan ruang bagi kehidupan berdemokrasi. Sehingga terjadinya KKN dan krisis, diturunkan ditengah jalan melalui people power.