Ia giat belajar agar dapat menjadi guru teladan seperti Bu Reni. Faktor pendorong terjadinya interaksi sosial yang ditunjukkan dalam ilustrasi tersebut adalah
motivasi dan identifikasi
Pembahasan:
Faktor pendorong interaksi sosial dapat berasal dari dalam ataupun luar individu. Beberapa faktor pendorong terjadinya interaksi sosial sebagai berikut:
1. Imitasi
adalah tindakan sosial meniru sikap, tindakan, tingkah-laku, atau penampakan fisik seseorang secara berlebihan. Dalam interaksi sosial, imitasi dapat bersifat positif, apabila mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku sehingga tercipta keselarasan dan keteraturan sosial. Namun, imitasi juga dapat berpengaruh negatif, apabila yang dicontoh itu adalah perilaku-perilaku menyimpang. Akibatnya berbagai penyimpangan sosial terjadi di masyarakat yang dapat melemahkan sendi-sendi kehidupan sosial budaya.
Contoh:
Seorang siswa meniru penampilan seorang bintang film terkenal, seperti rambut gondrong (panjang), memakai anting, serta memakai gelang dan kalung secara berlebihan. Tindakan seperti itu akan mengundang reaksi dari lingkungan sosial yang menilai penampilan itu sebagai urakan ataupun tidak sopan.
2. Sugesti
adalah pemberian pengaruh atau pandangan dari satu pihak kepada pihak lain. Akibatnya pihak yang dipengaruhi akan tergerak mengikuti pengaruh atau pandangan itu dan akan menerimanya secara sadar atau tidak sadar tanpa berpikir panjang. Sugesti biasanya diperoleh dari orang-orang yang berwibawa dan memiliki pengaruh besar di lingkungan sosialnya. Akan tetapi, sugesti dapat pula berasal dari kelompok besar (mayoritas) terhadap kelompok kecil (minoritas), ataupun orang dewasa terhadap anak-anak. Cepat atau lambatnya proses sugesti ini sangat tergantung pada usia, kepribadian, kemampuan intelektual, dan keadaan fisik seseorang.
Contoh:
Seorang kakak akan lebih mudah menganjurkan adiknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar untuk menabung agar kelak menjadi orang kaya, daripada sebaliknya.
3. Identifikasi
adalah kecenderungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. Orang lain yang menjadi sasaran identifikasi dinamakan idola (kata idol berarti sosok yang dipuja). Identifikasi merupakan bentuk lebih lanjut dari proses imitasi dan proses sugesti yang pengaruhnya amat kuat.
Contohnya, seorang remaja yang mengubah penampilannya, mulai dari cara berpakaian, cara berbicara, dan model rambut sesuai dengan artis idolanya. Ia mengidentifikasikan dirinya dengan artis tersebut.
4. Simpati
adalah suatu proses dimana seseorang merasa tertarik dengan orang lain. Rasa tertarik ini didasari atau didorong oleh keinginan-keinginan untuk memahami pihak lain untuk memahami perasaannya ataupun bekerja sama dengannya.
5. Motivasi
merupakan dorongan, rangsangan, pengaruh, atau stimulasi yang diberikan seorang individu kepada individu lain sehingga orang yang diberi motivasi menuruti atau melaksanakan apa yang dimotivasikan itu secara kritis, rasional, dan penuh rasa tanggung jawab. Motivasi diberikan oleh orang-orang yang kedudukan atau statusnya lebih tinggi dan berwibawa. Mereka memiliki unsur-unsur keteladanan dan panutan masyarakat.
Contoh:
Seorang ayah yang baik dan bijaksana, serta memberikan kasih sayangnya kepada anak istrinya adalah tokoh yang patut disegani bagi seluruh anggota keluarganya. Apa yang dilakukan ayah akan menjadi motivasi bagi keluarganya untuk berbuat dan berperilaku sebaik ayahnya.
6. Empati
adalah proses kejiwaan seorang individu untuk larut dalam perasaan orang lain, baik suka maupun duka. Contohnya, kalau kita melihat orang mendapat musibah sampai luka berat, seolah-olah kita ikut menderita.