Bahaya Jajan Sembarangan
Jajan sembarangan tanpa memperhatikan kebersihan makanan dapat menyebabkan timbulnya penyakit dalam tubuh. Berikut bahaya jajan sembarangan yang membahayakan bagi tubuh;
1. Gangguan pencernaan
Produsen makanan biasanya memerhatikan kebersihan dan kehigienisan bertujuan agar makanan tersebut layak untuk dikonsumsi dan tidak mengandung bibit penyakit yang timbul karena adanya kotoran dan kuman-kuman yang masuk ke dalam makanan. Namun tidak semua pedagang atau produsen makanan memperhatikan kebersihan dan kehigienisan makanannya. Ada beberapa faktor penyebab pedagang atau produsen tidak menjaga kehigienisan makanan, yaitu faktor tempat, bahan makanan, proses pembuatan makanan, pencucian yang tidak bersih, kebersihan peralatan, dan juga kebiasaan yang tidak bersih. Makanan yang tidak dijaga kebersihan dan kehigienisannya akan menyebabkan sakit perut bahkan terkena diare.
2. Keracunan makanan
Jajanan yang dijual di pinggir jalan biasanya memiliki harga yang lebih murah daripada jajanan yang dijual di toko atau tempat yang lebih tertutup. Perbedaan harga tersebut disebabkan karena bahan makanan yang digunakan berbeda. Jajanan yang dijual di toko menggunakan bahan baku yang berkualitas tinggi sehingga makanan yang diproduksi menjadi lebih berkualitas. Berbeda dengan pedagang di pinggir jalan, untuk menekan modal produksi agar lebih murah. Sehingga bahan baku yang digunakan lebih rendah. Tidak semua bahan baku yang berkualitas rendah berbahaya bagi tubuh. Bahan baku yang berkualitas rendah tersebut berbahaya apabila sudah memasuki masa kadaluwarsa. Apabila dikonsumsi akan menyebabkan keracunan makanan.
3. Menyebabkan Sel Kanker
Tidak semua warna pada jajanan dibuat menggunakan pewarna makanan. Ada juga yang menggunakan pewarna buatan yang seharusnya tidak digunakan sebagai pewarna makanan. Hal tersebut dilakukan agar warna menjadi cerah dan menarik para pembeli. Pewarna buatan ini apabila terus menerus dikonsumsi akan menciptakan sel-sel kanker di dalam tubuh.
4. Terinfeksi cacing dan bakteri
Jajanan di pinggir jalan seringkali tidak dikemas dengan baik. Jajanan yang ada di pinggir jalan atau tempat-tempat umum lainnya lebih rentan terkena resiko cacingan melalui dagangannya, daripada yang berada di toko-toko yang lebih tertutup. Jajanan yang ada di pinggir jalan lebih banyak mendapatkan sentuhan dari orang-orang yang belum tentu bersih pula. Cacing ini dapat menular selain melalui udara juga dapat menular melalui sentuhan. Bakteri juga ada di jajanan yang dijual sembarangan, jika masuk ke dalam tubuh bakteri itu bisa menyebabkan disentri.
1. Gangguan pencernaan
Produsen makanan biasanya memerhatikan kebersihan dan kehigienisan bertujuan agar makanan tersebut layak untuk dikonsumsi dan tidak mengandung bibit penyakit yang timbul karena adanya kotoran dan kuman-kuman yang masuk ke dalam makanan. Namun tidak semua pedagang atau produsen makanan memperhatikan kebersihan dan kehigienisan makanannya. Ada beberapa faktor penyebab pedagang atau produsen tidak menjaga kehigienisan makanan, yaitu faktor tempat, bahan makanan, proses pembuatan makanan, pencucian yang tidak bersih, kebersihan peralatan, dan juga kebiasaan yang tidak bersih. Makanan yang tidak dijaga kebersihan dan kehigienisannya akan menyebabkan sakit perut bahkan terkena diare.
2. Keracunan makanan
Jajanan yang dijual di pinggir jalan biasanya memiliki harga yang lebih murah daripada jajanan yang dijual di toko atau tempat yang lebih tertutup. Perbedaan harga tersebut disebabkan karena bahan makanan yang digunakan berbeda. Jajanan yang dijual di toko menggunakan bahan baku yang berkualitas tinggi sehingga makanan yang diproduksi menjadi lebih berkualitas. Berbeda dengan pedagang di pinggir jalan, untuk menekan modal produksi agar lebih murah. Sehingga bahan baku yang digunakan lebih rendah. Tidak semua bahan baku yang berkualitas rendah berbahaya bagi tubuh. Bahan baku yang berkualitas rendah tersebut berbahaya apabila sudah memasuki masa kadaluwarsa. Apabila dikonsumsi akan menyebabkan keracunan makanan.
3. Menyebabkan Sel Kanker
Tidak semua warna pada jajanan dibuat menggunakan pewarna makanan. Ada juga yang menggunakan pewarna buatan yang seharusnya tidak digunakan sebagai pewarna makanan. Hal tersebut dilakukan agar warna menjadi cerah dan menarik para pembeli. Pewarna buatan ini apabila terus menerus dikonsumsi akan menciptakan sel-sel kanker di dalam tubuh.
4. Terinfeksi cacing dan bakteri
Jajanan di pinggir jalan seringkali tidak dikemas dengan baik. Jajanan yang ada di pinggir jalan atau tempat-tempat umum lainnya lebih rentan terkena resiko cacingan melalui dagangannya, daripada yang berada di toko-toko yang lebih tertutup. Jajanan yang ada di pinggir jalan lebih banyak mendapatkan sentuhan dari orang-orang yang belum tentu bersih pula. Cacing ini dapat menular selain melalui udara juga dapat menular melalui sentuhan. Bakteri juga ada di jajanan yang dijual sembarangan, jika masuk ke dalam tubuh bakteri itu bisa menyebabkan disentri.