Perpaduan Tradisi Lokal Hindu Budha Islam Bidang Pemerintahan
Sebelumnya pucuk pimpinan dipegang oleh ketua adat, ketua suku dengan gelar Datu, atau Datuk, Ratu, dan Raka dengan prinsip pergantian pimpinan berdasarkan primus interpares (yang nomor satu diantara sesamanya). Ketua adat atau suku dipilih berdasarkan kelebihan kemampuan seseorang dibandingkan yang lain. Misalnya ia harus dapat menyelesaikan masalah sesuai dengan adat setempat, dan sebagainya.
Dengan masuknya pengaruh Hindu-Budha mengubah gelar ketua adat atau ketua suku, datuk, Ratu, dan Raka menjadi Raja atau Maharaja dan dianggap sebagai penjelmaan Dewa.
Sedangkan adanya pengaruh Islam nampak pada munculnya gelar Sultan atau Sunan untuk menyebut raja dari kerajaan Islam. Selain itu Sultan atau raja bergelar Kalifatullah maksudnya Wakil Tuhan di Dunia.
Dengan masuknya pengaruh Hindu-Budha mengubah gelar ketua adat atau ketua suku, datuk, Ratu, dan Raka menjadi Raja atau Maharaja dan dianggap sebagai penjelmaan Dewa.
Sedangkan adanya pengaruh Islam nampak pada munculnya gelar Sultan atau Sunan untuk menyebut raja dari kerajaan Islam. Selain itu Sultan atau raja bergelar Kalifatullah maksudnya Wakil Tuhan di Dunia.