Setelah hari siang berhimpunlah rakyat gagak datang menghadap rajanya,
mengatakan hal mereka semalam itu. "Ampun, Tuanku beribu ampun," sembah mereka itu. "Malang celaka kami ini diserang burung hantu semalam-malaman. Beratus-ratus mati, dan yang tinggal banyak yang patah-patah, banyak yang luka-luka, ada yang habis tercabut bulunya. Jika tiada Tuanku lindungi, binasalah kami kesemuanya.
Syahdan di bawah raja gagak adalah menteri lima orang yang membantu memerintah, lawan raja musyawarat sehari-hari. Mendengar sembah hamba rakyatnya dipanggilnyalah lima menteri itu menghadap, diajak berunding.
"Engkau, hai menteriku yang pertama, bagaimanakah pemandanganmu? Apakah yang baik kita perbuat terhadap musuh kita itu?"
"Ampun, Tuanku. Pemandangan patik tiada lain melainkan apa yang telah dipetuahkan cerdik cendekia jua, yakni musuh yang jahat hendaklah dijauhi. Jadi, jika hendak selamat haruslah kita pindah dari sini, pergi diam ke tempat lain.
Nilai dalam hikayat tersebut yang sesuai dengan kehidupan saat ini adalah
mendengarkan keluhan rakyatnya dan berunding mencari jalan keluar yang terbaik untuk rakyatnya
Pembahasan:
Hikayat dibangun oleh unsur intrinsik dan ekstrinsik.Adapun unsur intrinsik hikayat adalah
- tema,
- amanat,
- penokohan,
- alur,
- latar, dan
- sudut pandang.
- keadaan budaya masyarakat,
- situasi hikayat dibuat, dan
- latar belakang mengarangnya.