Orang tua : Ayahmu meninggal sebelum aku, Nak!
Lelaki : Ayah! Ya!
Orang tua : Ya! Dan kamu belum koordinasi berdamai dengan dia. Engkau dan ayahmu
selalu bertengkar. Kalian sama-sama keras hati dan keras kepala. Kata-katanya yang penghabisan adalah untukmu. Ia kecewa karena kau tak ada saat ia akan menutup mata. Mengapa kau tak mau datang waktu kami kabarkan bahwa ayahmu
sakit keras?
Lelaki : (tersedu) Maaf, maaf Bu!
Orang tua : Penyesalanmu itu terlambat. Tak bisa diperbaiki lagi di dunia ini (sejurus hening. Terdengar sedu sedan lelaki)
Amanat kutipan naskah drama tersebut adalah
Jika melakukan kesalahan segeralah minta maaf
Masalah yang diungkapkan dalam kutipan
drama tersebut adalah
Penyesalan seorang anak yang kehilangan orangtuanya