Sementara Bu Suci terus memperhatikan anak bungsunya,
ia berusaha mencari keterangan perihal latar belakang kehidupan Waskito, dari sejumlah informasi, akhirnya ia menyimpulkan bahwa kenakalan Waskito
sesungguhnya hanya semacam kompensasi
anak yang merasa kurang mendapat
perhatian kedua orang tuanya.
(Pertemuan Dua Hati, NH Dini)
Watak Bu Suci diungkapkan melalui
Pikiran-pikiran tokoh
Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan novel tersebut adalah
Orang ketiga serba tahu