Sebenarnya romo tidak terlalu kolot
Beliau tidak manghalangi hubunganku dengan Sri, anak orang biasa. Romo tidak mengharuskan aku kawin dengan seorang den ayu, atau setidak-tidaknya anak orang terpandang. Hanya itu masalahnya, aku terlalu muda untuk cepat-cepat kawin. Aku harus kuliah dulu, dan aku memang ingin kuliah. Aku tidak mau sekedar menjadi
camat seperti romo. Tapi... Pak Karto...
Watak romo dalam kutipan cerita di atas adalah
demokratis
Alur yang digunakan dalam penggalan cerpen nomor 14 di atas adalah
maju