Sedikit lagi, Bapak akan sampai membawaku ke tepi sungai.
Tapi tiba-tiba saja, buurrrrrrrr ... Kaki Bapak terpeleset. Bapak berusaha menggapai-gapaikan tangan kanannya mencari sesuatu yang bisa diraih dan menahannya agar tidak terbawa arus. Jantungku hampir copot, perasaanku kacau, rasa takutku memuncak, aku tak kuat menahan tangis. Tangan kiri Bapak semakin erat memegangi plastik tepat pada posisi ikatannya. Dan beruntunglah, Bapak berhasil menggapai akar pohon yang menjuntai ke sisi sungai dan membawaku semakin dekat dan akhirnya sampailah kami di tepi sungai.
Latar suasana kutipan cerpen tersebut adalah
menegangkan
Pembahasan:
Suasana menegangkan ditunjukkan ungkapan: mengapai-gapaikan tangan, jantung hampir copot, perasaan kacau, dan rasa takut memuncak.