Bi Enoi, seorang perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga.
1) Setiap pagi, ia akan menggenjot sepedanya, menembus kabut dan udara pagi yang mengecup sumsum. 2) Sudah hampir lima tahun ia menyadap karet sendirian. 3) Perkaranya sudah basi sekali, kelima anaknya perempuan semua. 4) Lalu, Kuwar, suaminya yang berbadan tegap dengan kulit kuning langsat dan wajah rupawan itu, meninggalkannya dan kelima anaknya. Tak ada yang bisa dilakukan Bi Enoi selain banting tulang untuk menghidupi kelima anaknya. Kelima anak gadisnya tumbuh besar, sedangkan ia kering kerontang dalam malam-malam yang mencucuk kulit di tepi Sungai Lematang ini.
10. Keterkaitan isi cerita dengan kehidupan saat ini adalah
Perempuan sebagai orang tua tunggal bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan anak-anaknya.
11. Tema dalam kutipan cerpen tersebut adalah
perjuangan seorang ibu sebagai orang tua tunggal
12. Penggunaan gaya bahasa dalam kutipan cerpen tersebut terdapat pada kalimat angka
1)
13. Watak Bi Enoi dalam kutipan cerpen tersebut adalah
Sabar