-->

Aku teringat sahabatku Grand Master bernama Ninochka Stonovsky yang dulu mengajariku main catur untuk melawan Zinar,

dan aku kalah secara tragis.
"Bisakah kawanmu itu mengajariku?" tanya Maryamah.
"Maksud Kakak?" tanyaku balik.
"Aku mau belajar main catur. Aku mau bertanding 17 Agustus nanti. Aku mau menantang Matarom," jawab Maryamah lugas.
Kami terperangah.
"Ya, aku mau melawan mereka," kata Maryamah lagi sambil menunjuk pria-pria yang terbahak-bahak mengelilingi papan catur itu. Ia mengucapkannya dengan ringan, seolah mengatakan ingin memompa ban sepedanya yang kempes, sementara kami macam disambar petir.
"Ni pikir main catur macam main halma?" berbunyi Giok Nio.
"Aku akan belajar. Pasti bisa."
"Mustahil. Catur itu mainan otak. Mainan orang pintar, orang kantoran. Lagi pula, mana pernah perempuan main catur di kampung ini?"
"Pasti bisa, menambang timah saja dia bisa," Selamot membela Maryamah.
"Mot, mana bisa kausamakan main catur dengan menambang timah? Satu pakai akal, satunya lagi pakai tenaga lembu!" ujar yang lain.
"Lantas, bagaimana mengajarinya? Kawanmu ada di Eropa sana, kita di kampung ini?" Selamot membela Maryamah lagi.
"Jangan risau,Nya. Sekarang ada alat yang bisa bercakap-cakap dengan orang yang jauh. Namanya enternet. Alat itu sudah ada di Tanjong Pandan. Bukan begitu, Boi?"

17. Konflik dalam kutipan novel tersebut disebabkan oleh
Tokoh Maryamah ingin melawan para lelaki bermain catur.
18. Nilai sosial dalam kutipan novel tersebut adalah
Seseorang yang ingin membantu temannya
19. Hubungan unsur intrinsik yang tampak dalam kutipan novel tersebut adalah
nilai budaya dengan konflik
Pembahasan:
Masalah dalam cerita memunculkan konflik. Konflik merupakan pertemuan atau benturan antara dua kekuatan yang berlawanan. Masalah dibedakan menjadi dua macam, yaitu masalah dari luar (fisik) dan dari dalam (batin).

Masalah dari luar terjadi antara tokoh dan sesuatu di luar dirinya. Masalah ini bisa terjadi dengan lingkungan ataupun manusia. Masalah dari luar dibagi menjadi dua.
1. Masalah fisik merupakan masalah yang disebabkan benturan antara tokoh dan lingkungan. Sebagai contoh konflik yang dialami tokoh akibat bencana alam.
2. Masalah sosial merupakan masalah yang muncul karena hubungan antarmanusia, misalnya, masalah pertikaian, perebutan, atau perceraian.

Masalah batin timbul dari dalam diri tokoh. Masalah ini terjadi antara tokoh dan dirinya sendiri. Masalah merupakan salah satu unsur intrinsik. Unsur intrinsik merupakan unsur yang membangun cerita dari dalam. Konflik dalam cerita disebabkan oleh suatu peristiwa sebagai pemicunya. Konflik dalam cerita juga menyebabkan terjadinya sebuah peristiwa. Sebab-akibat dalam karya sastra dapat dilihat dalam novel dan cerpen.