-->

"Semua, kenalkan, ini Suipah, atau panggil saja Ipah," ujarku.

Ibu menatap Ipah dari atas sampai bawah. Kemudian, ia melenguh dan membalikkan badan. Mei-Mei yang selalu senang melihat wajah lain selain keluarganya, langsung menjulurkan tangan.
"Lucunya," ujar Ipah dengan mata membelalak. Reaksi spontan yang kusuka, karena itu yang kuharap, bahwa ia menyukai anak kecil. Boy memandangku seperti protes. Aku melotot.
"Boy," katanya singkat.
"Suruh dia panggil Bagus dan Meita," sahut Ibu dari ruang tengah.
"Nama mereka Bagus dan Meita," panggilanya Boy dan Mei-Mei," ujarku menjelaskan pada Ipah yang terlihat bingung.
"Tapi Mummy masih mengurus Boy, kan?" katanya kritis.
Aku memeluk Boy, untuk menenangkan anak pertamaku itu.
Mas Set tersenyum dan mengangguk. Karena Mas Set tidak menjulurkan tangan, Ipah seperti tahu diri untuk cuma tersenyum dan mengangguk.

Kalimat tanggapan yang sesuai dengan kutipan novel tersebut adalah
Tokoh Ibu dan Mas Set menganggap dirinya berstatus tinggi sehingga mereka menjaga jarak dengan tidak mengulurkan tangannya pada Ipah.
Pembahasan:
Tanggapan yang dikeluarkan harus bersifat objektif dan disertai alasan logis. Ada beberapa unsur yang harus diperhatikan ketika kita mengemukakan tanggapan. Cara mengemukakan tanggapan sebagai berikut.
1. Tanggapan berhubungan atau sesuai dengan peristiwa, masalah, ucapan, pendapat, atau gagasan yang sedang dibicarakan.
2. Tanggapan dapat mempercepat pemahaman masalah, penemuan sebab, dan pemecahan masalah.
3. Tanggapan tidak mengulangi pendapat yang pernah disampaikan peserta lain.
4. Tanggapan disampaikan dengan kata dan kalimat tepat.
5. Tanggapan disampaikan dengan sikap terbuka dan sopan.