Yosep: Aku datang ke sini mau bertanya kepada kalian kalau-kalau melihat dia bersembunyi di sini.
(Cara mengatakannya dengan tertekan) Aku sendiri tidak tahu.
Hamidah : Ooo . . . begitu. Kupikir kamu kemari mau memberi tahu di mana si Limanta.
Margareta : (Menukas) Kau bilang tadi Limanta bersembunyi di sini? Bersembunyi bagaimana? Ada apa dia?
Yosep : Limanta kan selalu begitu. Tahu-tahu menghilang. Padahal, dia masih ada tugas. Aku tidak tahu harus bagaimana.
Hamidah : (Berpikir sejenak, kira-kira empat detik) Tugas kamu apa? Jika tidak terlalu berat, aku bisa membantu kamu. (Kepada Margareta) Kita bantu ya, si Yosep?
Margareta : (Ketus) Ah, Yosep. Sudah tahu si Limanta begitu, tiap kali ada kegiatan kamu ikut sertakan.
Yosep : Ini perintah Pak Mohammad. Kalau aku, lebih baik memilih Hamzad. Pintar, sederhana, tidak banyak ngomong, kerjanya beres. (Wajahnya menunjukkan bahwa ia putus asa).
Kutipan naskah drama tersebut menceritakan
Yosep putus asa mencari keberadaan Limanta dan kesal karena Limanta tidak bertanggung jawab dengan tugasnya.
Pembahasan:
Selain mengandung masalah, drama mengandung beberapa unsur. Unsur-unsur drama sebagai berikut.
1. Tema adalah inti cerita.
2. Amanat adalah pesan yang ada dalam drama.
3. Alur adalah rangkaian peristiwa dalam drama.
4. Perwatakan adalah watak tiap-tiap tokoh.
5. Konflik adalah benturan dua masalah pokok dalam drama.
6. Percakapan adalah dialog para pemain.
7. Tata artistik adalah setting panggung.
8. Casting adalah pemilihan tepat pemeran.
9. Akting adalah perilaku para pemain di panggung.