Unsur-Unsur Mawaris
Ada tiga unsur mawaris menurut hukum Islam, yaitu; (1) pewaris(muwarrits), (2) harta warisan(mauruts), dan (3) ahli waris(warits)
1. Pewaris
ialah orang yang telah meninggal dunia dan meninggalkan harta bagi keluarganya. Menurut hukum Islam, pewaris sebelum meninggal tidak dibenarkan menunjuk orang-orang yang akan mendapat harta yang kelak ditinggalkannya, berapa perolehan masing-masing dan bagaimana mengalihkan harta tersebut. Sebab, semuanya telah ditentukan Allah secara pasti yang harus dilaksanakan. Kalaupun ada kebebasan yang diberikan kepadanya terbatas pada pengalihan sepertiga harta yang ditinggalkannya untuk seseorang yang dikehendakinya.
2. Harta warisan
ialah segala sesuatu yang ditinggalkan pewaris yang sepenuhnya merupakan miliknya yang dapat dialihkan kepada ahli warisnya. Mengenai utang pewaris, ahli waris hanya bertanggung jawab sebatas pada jumlah harta yang ditinggalkannya. Namun anak atau ahli waris yang baik akan selalu berusaha membayar utang pewaris berdasarkan pertimbangan akhlak Islami.
3. Ahli waris
adalah orang atau orang-orang yang berhak atas harta warisan yang ditinggalkan oleh orang yang meninggal dunua. Ahli waris adalah orang atau orang-orang yang mempunyai hubungan darah dan atau hubungan perkawinan.
Seseorang baru dinyatakan sebagai ahli waris kalau memenuhi persyaratan berikut:
(a) masih hidup sewaktu pewaris meninggal dunia;
(b) tidak ada penghalang bagi dirinya sebagai ahli waris;
(c) tidak tertutup oleh ahli waris utama.
1. Pewaris
ialah orang yang telah meninggal dunia dan meninggalkan harta bagi keluarganya. Menurut hukum Islam, pewaris sebelum meninggal tidak dibenarkan menunjuk orang-orang yang akan mendapat harta yang kelak ditinggalkannya, berapa perolehan masing-masing dan bagaimana mengalihkan harta tersebut. Sebab, semuanya telah ditentukan Allah secara pasti yang harus dilaksanakan. Kalaupun ada kebebasan yang diberikan kepadanya terbatas pada pengalihan sepertiga harta yang ditinggalkannya untuk seseorang yang dikehendakinya.
2. Harta warisan
ialah segala sesuatu yang ditinggalkan pewaris yang sepenuhnya merupakan miliknya yang dapat dialihkan kepada ahli warisnya. Mengenai utang pewaris, ahli waris hanya bertanggung jawab sebatas pada jumlah harta yang ditinggalkannya. Namun anak atau ahli waris yang baik akan selalu berusaha membayar utang pewaris berdasarkan pertimbangan akhlak Islami.
3. Ahli waris
adalah orang atau orang-orang yang berhak atas harta warisan yang ditinggalkan oleh orang yang meninggal dunua. Ahli waris adalah orang atau orang-orang yang mempunyai hubungan darah dan atau hubungan perkawinan.
Seseorang baru dinyatakan sebagai ahli waris kalau memenuhi persyaratan berikut:
(a) masih hidup sewaktu pewaris meninggal dunia;
(b) tidak ada penghalang bagi dirinya sebagai ahli waris;
(c) tidak tertutup oleh ahli waris utama.