-->

Perpaduan Tradisi Lokal Hindu Budha Islam Bidang Aksara

Dengan datangnya pengaruh Hindu-Budha penduduk Nusantara mulai mengenal aksara, yaitu aksara Pallawa dan aksara Nagari (siddham) dari India. Dari aksara Pallawa ini para Empu menciptakan aksara-aksara lokal di berbagai daerah sebagai turunannya, contohnya: aksara kawi, Bali, Sunda, Jawa, Lampung, Batak, Rencong dan Bugis Makassar.

Masuknya pengaruh Islam terjadi perpaduan aksara Arab (Hijaiyah) dengan aksara lokal, muncul aksara Jawi atau Jawoe (aksara Arab (Hijaiyah) dengan aksara lokal, muncul aksara Jawi atau Jawoe (aksara Arab untuk menulis dalam Bahasa Melayu atau Aceh) dan aksara pegon (aksara Arab untuk menulis dalam Bahasa Melayu atau Aceh) dan aksara pegon (aksara Arab untuk menulis dalam Bahasa Sunda atau Jawa). Kedua aksara ini sampai sekarang masih digunakan di daerah-daerah pesisir dan di kalangan pesantren-pesantren tradisional.